Wednesday, January 15, 2014

SRI LANKA - Buddha Radikal Jadikan Muslim Musuh Utama

Jatuhnnya korban akibat  intimidasi dari kaum Budha dan perosakan harta milik umat Muslim di Sri :Lanka , menyuarakan kekhuatiran mendalam , menjadikan umat Muslim menggantikan  Tamil sebagai musuh utama umat Buddha yang baru ‘ .
” Kami telah hidup damai , bersatu , dengan agama lain selama berabad-abad , ” ujar Sheik Fazil Farook , setiausaha Kongres Muslim  , sebuah organisasi yang terdiri dari 6,000 ulama  di Sri Lanka , mengatakan kepada media The Star , Selasa 14 Januari.
” Pernah pada masa lalu terjadi turbulensi oleh  sedikit kelompok yang mencuba untuk membahagi masyarakat dari kelompok garis keras yang mengaku sebagai umat Buddha , tetapi pada saat itu majoriti masyarakat di negeri ini tidak menyetujuinya. “
Pasca perang sipil berakhir (Budha dengan Hidu Tamil) , optimisme membawa harapan bahawa negara itu boleh menjadi bersatu , tetapi serangan yang sering terjadi oleh Buddha radikal menunjukkan wajah Sri Lanka terjerumus  menjadi ketegangan internal yang baru.
Selama perang saudara 30 tahun antara Harimau Pembebasan Tamil Elam ( LITE ) yang beragama Hindu dan pemerintah pusat yang bermajoriti Buddha  , kala itu umat Islam di negeri  itu , meskipun berbahasa Tamil , berpihak pada pemerintah yang melawan Tamil Hindu.
Menyangkal tuduhan adanya Islamisasi Sri Lanka , Farook mengatakan : ” Mereka mengatakan kami umat Islam akan membawa Syari`ah Islam di Srilanka , meskipun kita memberitahu mereka bahawa kita tidak  melakukannya (di Srilanka), kerana negeri ini (Srilanka) bukanlah sebuah negara Islam . “
Dalam tindakan kekerasan terbaru terhadap minoritas Muslim , Radikal Buddha menyerang industri halal yang berkembang di negara Asia tersebut , mereka  meminta penghapusan logo halal pada setiap produk  .
” Ini benar-benar mengejutkan kami , ” kata Farook . ” baik kami memutuskan , OK , kita akan menyerah atas tuntutan mereka ,  walaupun faktanya produk daging itu masuk juga ke rumah-rumah mereka .
” Hanya satu dari 52 perusahaan yang menarik sijil halal . Walaupun  produk itu  masih halal , agar produk mereka tidak mendapatkan imbasnya. “
Peniaga Muslim di Srilanka akhirnya melakukan sebuah pengorbanan  untuk menjaga harmoni negara mereka , para ulama  di Sri Lanka mempertimbangkan dan memutuskan tindakan pada Mac 2013 , dengan menghapuskan logo halal pada semua produk agar  membantu meredakan ketegangan dengan umat Buddha .
Muslim Sri Lanka , yang dikenal sebagai ” Moor ” , adalah kelompok etnik terbesar ketiga di negara itu setelah Sinhala , yang membentuk 70 peratus dari jumlah penduduk , dan Tamil , yang jumlahnya 12.5 peratus.
Para pengamat politik mengatakan pemerintah Srilanka berada di bawah tekanan  majoriti Buddha di setiap kali ada pertelingkahan etnik .
Selama perang saudara yang panjang di negara itu , komuniti Muslim sering terjebak di antara dua pihak yang bertikai dan memiliki reputasi sebagai mediasi dari setiap konflik horisontal di negara tersebut. (OI.net/KH) sumber

No comments: