Friday, February 28, 2014

GLOBAL - Rakyat AS Makin Ramai Jadi Ateis

Rakyat Amerika semakin meninggalkan agama. Itulah kesimpulan dari hasil kajian lembaga Religious Landscape Survey yang disiarkan baru-baru ini.

Hasil survei menunjukkan bahawa terjadi perubahan yang sangat cepat di kalangan masyarakat AS usia 18 tahun ke atas terkait dengan afiliasi agama mereka, di mana makin banyak orang yang memilih tidak beragama atau tidak mahu dirinya dilihat sebagai pemeluk agama tertentu
.
“Lebih dari seperempat dari kalangan usia dewasa atau sekitar 28 peratus memilih meninggalkan agama, meski mereka dibesarkan di tengah lingkungan yang memeluk keyakinan tertentu atau tidak memeluk salah satu agama pun, ” demikian laporan Religious Landscape Survey.

Survey yang dilakukan oleh Pew Forum on Religion and Public Life ini merupakan survei tentang afiliasi agama masyarakat AS yang baru pertama kali diadakan, melibatkan 35.000 responden warga AS berusia 18 tahun ke atas. Dari hasil survei juga ditemukan fakta bahawa setiap kelompok agama secara konstan kehilangan pemeluknya, kerana pindah ke agama lain. Misalnya, Kristiann ke Islam, Protestan ke Yudaisme atau dari Ortodoks ke Katolik.

Dari kelompok agama itu, agama Katolik yang paling banyak ditinggalkan pemeluknya. Disebutkan, hampir satu dari tiga orang Amerika (31%) dibesarkan di tengah keluarga penganut Katolik. Tapi saat ini kurang dari 24 peratus atau satu dari empat orang Amerika yang menyatakan berafiliasi ke agama Katolik.

Menurut data CIA Fact Book, dari 301 juta jumlah penduduk AS, 52 peratusnya adalah penganut Protestan, 24 peratus penganut Katolik Roma, 2 peratus Mormon, `satu peratus penganut agama Yahudi dan satu peratus Muslim. Penganut kepercayaan lainnya 10 peratus dan 10 peratus lagi menyatakan tidak beragama.

Salah seorang warga AS, imigran dari Vietnam Anh Khochareun adalah salah satu yang sekarang memilih atheis. Dulu Anh memeluk agama Budha, lalu pindah ke agama Katolik saat berimigrasi ke AS dan sekarang dia beserta suaminya mengaku sebagai atheis.

“Kami membuat keyakinan kami sendiri, dalam kerangka apa yang boleh kami lakukan untuk diri kami sendiri dan dalam kehidupan kami sekarang, ” ujar Anh.

Fred Kurth, pesara ahli teknik pesawat ruang angkasa, dulunya adalah penganut Evangelis, kemudian menganut kepercayaan Unitarian Universalism, dan sekarang menjadi seorang Muslim setelah menikah dengan isterinya yang berasal dari Morocco.

Menurut Kurth yang kini memakai nama Ibrahim, dia melakukan “pencarian jiwa” sebelum akhirnya memutuskan memeluk agama Islam. Ibrahim Kurth sekarang selalu membawa sejadah di keretanya dan solat berjamaah setiap hari di masjid dekat rumahnya di Frederickburg, Virginia. (ln/iol) sumber

No comments: