Tuesday, February 11, 2014

MYANMAR - Gadis Muslim Diperkosa Beramai2 oleh Polis

Fakta mengejutkan telah muncul mengenai kisah pilu  seorang gadis muslimah Rohingya berusia  16 tahun yang diperkosa beramai-ramai setelah dia ditangkap oleh polis Myanmar selepas keganasas  di sebuah desa terpencil di negara bahagian Rakhine yang menyebabkan puluhan lelaki terbunuh .

” Saya mengingatnya dengan jelas . Tepat sebelum fajar seorang Rakhine Myanmar  masuk dan dia memperkosa saya , “kata gadis muslimah itu kepada  Anadolu Agency pada hari Rabu, 5 Februari.

” Kemudian yang lain datang menyusul  , satu per satu . mereka semua sebanyak  empat orang Rakhine , dan tiga petugas polis . “

Penderitaan gadis itu dimulai ketika ia melarikan diri rumahnya di desa Rakhine Du Chee Yar Tan yang  dibakar oleh pengganas Buddha .

Untuk lari dari pembantaian untuk hidupnya , malah dia ditangkap oleh pasukan polis untuk memulai episode baru dari penghinaan dan serangan atas dirinya.

Setelah penangkapan secara tak ilegal ternyata gadis itu tidak dikirim ke pejabat polisi , tetapi mereka membawanya ke sebuah kedai .

” Polisi membawa saya ke tempat di daerah pasar antara Du Chee Yar Tan dan desa Rakhine Khayae Myuing , ” katanya .

” Mereka membuat saya di sebuah kedai . dan semua pintunya terkunci , ” tambahnya .

Di toko kelontong gadis Muslimah itu diseksa oleh polisi yang gagal untuk memaksa dia murtad  ke agama Buddha .

” Saya menolak , saya menolak untuk mengubah akidah saya, ” kata gadis itu .

” Mereka kemudian memukuli saya . Saya ditampar . Dipukul dengan tongkat , ” jelasnya .

Perkosaan gadis itu pun dilaporkan bulan lalu ke bahagian  kemanusiaan PBB dan organisasi hak asasi manusia .

Serangan itu mengakibatkan pembantaian setidaknya 48 Muslim Rohingya , sebahagian besar wanitadan kanak-kanak , di bahagian barat negara bahagian Rakhine di Burma .

Keluarga gadis itu tak berdaya dan  memberikan gadis itu ubat untuk mencegah akan kehamila.

Gadis Muslimah itu mengatakan : ” Saya masih ingat wajah wajah mereka , dan saya boleh menunjukkan mereka jika saya melihat mereka lagi . . ” (OI.net/KH) sumber

No comments: