Tuesday, March 25, 2014

MESIR - 529 Akan Lalui Pembunuhan Beramai-ramai?



sisi fiaur
Firaun semakin menjadi di Mesir…, walaupun adanya kecaman antarabangsa sudah mulai menentang  keputusan  mahkamah Mesir pada hari Isnin , 24 Mac yang menetapkan hukuman mati terhadap  529 anggota Ikhwanul Muslimin  , keputusan itu dianggap sebagai  hukuman mati massal dalam sejarah moden ..
Dari mereka yang dihukum mati , 153 terdakwa telah berada dalam tahanan dan sisanya masih  dalam pelarian , kata sumber tersebut .
Termasuk yang dijatuhkan hukuman mati adalah, pimpinan umum  Ikhwanul Muslimin , Dr Mohamed Badee ` dan Mohamed Saad El – Katatni , pemimpin Parti Kebebasan  dan  Keadilan , sayap politik Ikhwanul Muslimin.
” Ketika sidang dimulai pada hari Sabtu dan terlihat hanyalah sidang prosedural , dan hakim sama sekali tidak mendengarkan setiap peguam atau saksi dan bahkan tidak memanggil satupun terdakwa untuk membela diri mereka sendiri, ini adalah  sekelompok pengadilan preman dan bukan lembaga peradilan , ” ujar Walid , seorang keluarga dari salah satu terdakwa , kepada Reuters melalui telefon .
Tuduhan terhadap Ikhwanul Muslimin didakwa dengan aksi  kekerasan , menghasut , pembunuhan , menyerbu pejabat polis , menyerang masyarakat dan merosakkan aset awam dan swasta.
Setelah pernyataan keputusan hakim, anggota keluarga tertuduh berdiri di luar bangunan mahkamah sambil berteriak , membantah keputusan dan menganggap sebagai hukuman mati massal terbesar  dalam sejarah moden Mesir . .
Keputusan pengadilan ini diduga untuk menyambut   Abdel Fattah al – Sisi untuk menyatakan pencalonannya dalam pemilihan presiden mendatang. Sisi  diperkirakan dan diatur untuk  menang mutlak.
” Ini adalah kes tercepat dalam pengadilan sejauh ini untuk dijatuhi hukuman mati, dan  terbesar dalam sejarah peradilan , ” kata peguam Nabil Abdel Salam , yang membela beberapa pemimpin Ikhwanul Muslimin termasuk Mursi .
Keputusan itu dikirim ke mufti besar Mesir , sebuah autoriti keagamaan tertinggi Mesir , untuk dipertimbangkan , kata sumber peradilan . walaupun apapun keputusan  mufti itu tidak mengikat dan tidak akan mempengaruhi hasil peradilan.
Kementerian luar negeri membela hasil pengadilan  , dan mengatakan bahawa hukuman telah  dikeluarkan oleh pengadilan yang independen dan  cermat tehadap kes ini ” .sumbe
r

No comments: