Wednesday, March 5, 2014

MESIR Terus Tindas Hamas

Keputusan mahkamah Kaherah membekukan dan menyita seluruh aset milk gerakan pejuang Islam Palestin, Hamas, disambut terbuka oleh Fatah sebagai pihak berkuasa rasmi negara Palestin di Tebing Barat.

Dalam keputusannya, mahkamah Kaherah mengecap Hamas sebagai organisasi teroris dan memerintahkan pembekuan aset dan kegiatan mereka di Mesir. Keputusan tersebut dikeluarkan oleh Pengadilan Kaherah pada hari Selasa (04/03) .

Akan tetapi Fatah berharap keputusan tersebut tidak menjadi sesuatu  aspek yang negatif dari hubungan antara pemerintah Mesir dan rakyat Palestin, khususnya penduduk Jalur Gaza.

Duta besar Palestin sekaligus anggota Dewan Revolusi gerakan Fatah, Hazem Abu Shanab, mengatakan dalam sebuah sidang media “dirinya tidak mahu mengomentari keputusan tersebut, akan tetapi ini adalah keputusan pengadilan yang menyatakan kedaulatan Mesir.”

Hazem Abu Shanab menambahkan “Hamas tidak mewakili rakyat Palestin sejak mereka memisahkan diri dari pemerintah Palestin. Dan kami berharap bahwa pemerintah Mesir tidak merubah hubungan mereka dengan rakyat Palestin.”

Ia juga menjelaskan bahawa Israel juga akan mempertimbangkan kembali perjanjian keamanan dan gencatan senjata dengan Hamas pada Disember 2012 lalu di bawah mediator pemerintah Presiden Mohamed Morsi.
Sementara itu, Azzam al – Ahmad, anggota Komite Sentral gerakan Fatah Palestin, mendakwa bahawa Hamas dan Ikhwanul Muslimin berupaya untuk menyekat rekonsiliasi Palestin. (Rassd/Ram) sumber

No comments: