Tuesday, April 1, 2014

PAKISTAN - Musharraf Bersedia Dihukum Mati



Mantan Presiden Pervez Musharraf bersedia menghadapi vonis hukuman mati setelah mahkamah khusus Pakistan yang diadakan pada hari Isnin (31/03), mendakwa mantan panglima militer tertinggi sekaligus orang nombor satu ini dengan tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi negara.

Mahkamah mendakwa Pervez Musharraf telah sengaja mengkhianati negara dengan membubarkan Konstitusi dan pemberlakuan Undang-Undang darurat pada tahun 2007, sementara itu Musharraf membela diri dengan mengatakan bahawa “saya hanya berkhidmat untuk negara.”

Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf (70 tahun ) tiba di markas Pengadilan Khusus di ibukota Islamabad pada Isnin pagi, untuk mendengarkan tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi yang diajukan pengadilan atas peristiwa unjuk rasa rakyat tahun 2007 yang disebutnya sebagai kudeta militer.

Selain dakwaan tersebut, Musharraf juga menghadapi 4 dakwaan lainnya seperti pemberlakukan keadaan darurat negara secara ilegal, penghapusan konstitusi, penangkapan ilegal para hakim tinggi, dan amandemen 2 pasal konstitusi secara ilegal.

Musharraf sendiri melalui pengacaranya menolak dakwaan pengadilan tersebut dan membela dirinya bahwa “saya hanya berkhidmat untuk negara.” 

No comments: