Thursday, July 3, 2014

Al-Baghdadi yang Misteri dan Pertelagahannya dengan Al-Qaeda

baghdadiAbu Bakr al-Baghdadi, Khalifah Daulah Islam (IS) , telah diisytiharkan “menjadi pemimpin bagi umat Islam di mana-mana,” diungkapkan pada 1 Ramadhan 1435H  pembentukan sebuah kekhalifahan Islam. Kekhalifahan tidak ada sejak Kekaisaran Ottoman yang dihapuskan pada tahun 1924.

Hanya ada dua gambar yang dikatakan sebagai  Abu Bakr al Baghdadi , dan dia pun tidak pernah  muncul dalam mana-mana  video , tidak seperti para pemimpin jihad lainnya seperti  Osama bin Laden dan penggantinya Ayman al-Zawahiri, yang sering tampil dalam media.

Baghdadi – yang nama aslinya adalah Ibrahim Awwad Ibrahim Ali al-Badri al-Samarrai – lahir di kota Samarra, sebelah utara Baghdad, pada tahun 1971 dalam  “keluarga yang ketat agamanya,” menurut sebuah biografi yang ditulis oleh para pendukungnya.

Biografi tersebut mengatakan dia memperoleh gelaran doktor di Universiti Islam Baghdad.
Dia adalah seorang ulama di sebuah masjid di kota kelahirannya ketika invasi AS di tahun 2003 yang menggulingkan  Presiden Saddam Hussein.

Beberapa orang percaya Al Baghdadi sudah menjadi mujahidin  ketika pemerintahan sekuler Saddam Hussein. Namun, yang lain mengatakan bahawa dia berpaling ke arah milisi mujahidin ,setelah empat tahun dia ditahan di Kamp Bucca, sebuah fasiliti penahanan AS di Iraq.

Setelah dibebaskan pada tahun 2009, Baghdadi dilaporkan mengatakan kepada para askar AS : “Aku akan berjumpa kalian di New York.”

Baghdadi kemudian bergabung dengan Negara Islam Iraq sejak awal , kepanjangtanganan Al-Qaeda di negara yang dilanda perang.

ISI segera menjadi kekuatan Muslim sunni yang dominan di Iraq, yang dikenal kerana serangan bomnya.
Pada akhir 2011, Washington secara rasmi memasukkan Al Baghdadi sebagai seorang “teroris,” dan menawarkan hadiah $ 10 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya atau kematiannya.

Kemudian Baghdadi muncul untuk mengambil jabatannya di ISI dengan antusias. Dia terpilih menjadi pemimpin organisasi tersebut pada tahun 2010 setelah pemimpin sebelumnya Omar al-Baghdadi terbunuh  oleh pasukan Amerika dan Syiah Iraq.

Ketika revolusi Syria dimulai pada tahun 2011, Baghdadi melihat kesempatan untuk memperluas kelompoknya.

Dia mengutus Abu Mohammed al-Golani untuk menciptakan Front Nusra di Syria  untuk bantu mujahidin Suriah melawan tentera Syiah  Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Keberhasilan Front Nusra yang dipimpin Baghdadi semakin terlihat , dan pada tahun 2013 dia  menggabungkan kelompok tersebut menjadi Negara Islam Iraq dan Syria (ISIS).
Dengan demikian, dia telah mengabaikan keputusan dari Zawahiri bahwa penggabungan itu  tidak sah dan bahawa Baghdadi mesti kembali ke posisinya di Iraq.

Baghdadi mengatakan dalam sebuah rakaman audio: “Saya mesti memilih antara aturan Allah dan aturan Zawahiri, dan saya memilih aturan Allah.”

Meningkatnya ketegangan antara kelompok tersebut , ISIS mengatakan Al-Qaeda “tidak lagi menjadi dasar jihad,” dan para pemimpinnya “telah menyimpang dari jalur yang benar.”

Pada Februari 2014, Al-Qaeda mengeluarkan pernyataan bahawa mereka “tidak terkait dengan [ISIS], karena tidak diberitahu tentang penciptaan” dan “tidak menerimanya.”
Interpretasi  Baghdadi tentang Islam telah diberlakukan di kota-kota di mana kelompok tersebut kuasai wilayah wilayah baru.

Di kota Syria utara,  Raqqa, di mana ISIS berkuasa penuh, hukum syariah diberlakukan, hudud, potong tangan bagi pencuri, rajam bagi penzina , solat berjemaah,  larangan alkohol dan rokok.
Baghdadi  nyaris tidak dikenal wajahnya bahkan dalam organisasi sendiri,  dia mendapat julukan “syeikh yang tak terlihat.”

Seorang petugas penyelidik di Iraq mengatakan kepada laman urusan Timur Tengah Al-Monitor: “Banyak … anggota organisasi, beberapa dari mereka adalah pemimpin, mereka mengaku pernah bertemu Baghdadi atau bertemu dengannya , Baghdadi selalu  mengenakan penutup wajah.”

Sebuah tonggak utama  ISIS datang pada bulan Jun, ketika kelompok mujahidin tersebut mengambil kota terbesar kedua Iraq,  Mosul dan berbagai kota lainnya di utara negara itu.

Pengakuan tentera  Maliki dan Assad yang memerangi kempen lintas batas  ISIS,  mengatakan kelompok ISIS ini memiliki kemampuan yang lebih dari[pada Al-Qaeda .

Paul Sullivan, seorang ahli keamanan Timur Tengah di Georgetown University, mengatakan ISIS mungkin  mencapai puncak kapasitinya.

“Bila ISIS tumbuh, itu akan lebih sulit untuk mengelola dan mengendalikan anggotanya. Sepertinya akan berkembang dengan cepat dengan penambahan tentera desertir, dan orang-orang yang kehilangan anggota keluarganya kerana serangan AS , akan menjadi  alasan untuk bergabung. Dan mereka bukanlah orang-orang yang paling mudah untuk mengelola, “tambah Sullivan.

Richard Barrett, mantan ketua kontra-terorisme dengan pihak intelijen luar negeri Britain, kepada Agence France-Presse:

“Baghdadi telah melakukan suatu  yang menakjubkan – dia telah merebut kota-kota, dia telah memobilisasi sejumlah besar orang. Jika anda adalah seorang lelaki yang menginginkan tindakan aksi, Silahkan anda  pergi dengan Baghdadi. ” (Arby/Dz) sumber

No comments: