Thursday, July 17, 2014

BRITAIN - Sayap Kanan Serbu Masjid dalam Kempen Perang Salib

Britain First, kelompok sayap-kanan Britain, yang pernah beberapa kali menyerbu masjid di seluruh Britain, kembali menyerbu sebuah masjid di bahagian tenggara London, di mana mereka memberikan peringatan kepada imam selama tujuh hari untuk membuang pembahagi antara jemaah perempuan dan laki-laki, siar World Bulletin.

“Beritahu para imam bahawa mereka memiliki waktu tepat tujuh hari untuk menghilangkan seksis [diskriminasi berdasarkan gender], tanda pembatas dari luar gedung mereka, atau kami yang akan melakukannya,” kata seorang pengacau dari Britain First yang berpakaian ala militer. Kelompok yang menyebut diri mereka “Kent battalion activists” menerobos ke dalam ruangan solat dengan memakai kasut mereka, mereka menolak permintaan seorang lelaki Muslim tua untuk menunjukkan rasa hormat terhadap tempat ibadah, sebagaimana dilaporkan Huffington Post. Para pengacau itu mengatakan bahawa pembatas antara jemaah lelaki dan wanita adalah sebuah langkah yang tidak menghormati wanita.

“Jika kalian menghormati wanita, kami akan menghormati masjid kalian,” kata mereka. Kelompok fasis itu dipimpin oleh Paul Golding, seorang mantan anggota dewan British Nationalist Party, dan seorang penganut Kristen Evangelis Jim Dowson, yang pernah bertugas dalam kewangan parti tersebut, melalui Channel Four News telah mengakui di masa lalu untuk menjalankan “perang suci” di jalan-jalan Britain.

Sebelum insiden ini, kelompoknya yang disebut “Christian patrols” telah menyerbu sejumlah masjid dengan tuntutan serupa, menyebarkan lembaran tentang Kristian dan Injil kepada warga Muslim sebagai sebahagian dari apa yang mereka sebut kempen “perang salib”. Masjid-masjid memasang pembatas (hijab) antara perempuan dan laki-laki bertujuan agar tidak ada campur baur antara jemaah laki-laki dan wanita, yang mana hal tersebut juga bermaksud untuk menjaga kehormatan wanita. Kerana Islam menjaga kesucian dan kehormatan wanita. - sumber

No comments: