Sunday, July 20, 2014

Cara As-Sisi Jauhkan Rakyat MESIR dari Situasi di Gaza


rafah
Konflik Palestin sedang berkecamuk, konflik yang memang sering terjadi seolah-olah memiliki ritme tersendiri hadir di saat Ramadhan dan menjelang pilihan raya umum Indonesia. Palestin secara geografi berdekatan dengan Mesir, bahkan kunci masuk menuju Palestin ada di pintu Rafah, untuk melanjutkan kehidupan orang-orang Palestin tak jarang terowong digali agar sampai ke Mesir, suatu anugerah besar jika di rumah warga Palestin terdapat terowongan yang boleh tembus ke  Mesir, dari sana dibawa masuk gas, keperluan makanan diseludupkan, bahkan menjelang Aidil Adha kambing pun tak masalah diangkut.

Tentu saja keadaan seperti ini ironi besar bagi Mesir, dekat tapi tidak mampu berbuat apa-apa, bantuan kemanusian tersekat di pintu Rafah, sewaktu Mursi menjadi penguasa  setidak-tidaknya Palestin pernah merasakan angin segar pintu Rafah dibuka, namun itu pun tidak percuma, Mursi terpaksa merelakan Israel menjangkau dataran Sinai untuk sementara waktu.

Lain Mursi lain Sisi, Sisi produk sekular yang dilahirkan dari rampasan kuasa dan kemudiannya pilihan umum  kelmarin menjadikan penduduk Mesir semakin jumud dari jiawa jihad, ketika di Palestin disibukkan dengan suara ledakan bom, Mesir yang hanya berjarak beberapa ratus kilometer dari Palestin disibukkan dengan tindakan pemerintah Mesir yang menaikan BBM  hingga 200%, tak dinafikan keadaan tersebut cukup mengalihkan perhatian warganya menguruskan urusan perut daripada memikirkan saudaranya yang sedang teraniaya.

Sisi si kuku besi telah banyak menekan penduduk Mesir untuk menjauhi segala bentuk aktiviti yang boleh menumbuhkan kecintaan terhadap  Islam, di masjid khutbah sudah dinetralisasi untuk tidak menyampaikan ghiroh jihad, dilarang melaksanakan amal maruf terhadap penguasa. Para ulama tak mampu berbuat apa-apa, jika ada dari mereka yang menolak tindakan tersebut, yakinlah keberadaan mereka pasti ada di sebalik jeruji besi penjara.

Mesir benar-benar mengalami masa sulit, generasi yang hadir saat ini mereka dihadapkan dengan keadaan sekularisme akut. Ketakutan  pemimpinnya sendiri telah membutakan mata, hati dan kaki mereka sampai akhirnya hanya sebahagian warga Mesir yang turun ke jalan menentang agresi Israel ke Palestin. Begitulah ironinya antara Mesir dan Palestina…

sumber

No comments: