Friday, July 18, 2014

CHINA - Perogol Diarak dan Diadili di Khalayak Ramai


Daily Mail Polisi di Provinsi Shaanxi, China mengarak Ai Kung (30) seorang bekas polis pelaku jenayah rogol berantai sebelum diadili di sebuah ruang awam. 
 
BEIJING -  Sering kali muncul pertanyaan, hukuman apa yang sesuai untuk seorang perogol? Mungkin yang dilakukan di China ini dapat membuatkan para perogol berasa gentar.

Ai Kung (30), seorang mantan anggota polis yang dituduh melakukan serangkaian pemerkosaan, diarak di hadapan ribuan penonton sebelum kemudian diadili di depan umum di ruang terbuka.

Pengadilan di ruang terbuka dan ditonton ribuan orang itu diadakan di wilayah Hengshan, provinsi Shaanxi, China, dilengkapi dengan sejumlah pembesar suara sehinggaperjalanan sidang dapat didengar oleh rakyat.

Kaes ini merupakan salah satu kes yang paling banyak disorot di wilayah di mana serangkaian perkosaan yang dialami beberapa wanita muda dilakukan seseorang secara terancang dan sangat profesional.

Media massa setempat mengkhabarkan awalnya pelaku perkosaan dipercayai adalah seorang mantan tentera,tetapi dari pemeriksaan DNA ternyata pelakunya adalah Ai Kung, seorang mantan polis yang kini bekerja sebagai seorang pengawal keselamatan sebuah sekolah.

Awalnya, bekas rakan-rakan sekerja Ai Kung tak percaya lelaki itu menjadi pelaku serangkaian perkosaan. Namun, dari rakaman CCTV dan ujian DNA, polis yakin bahwa Ai Kung adalah pelaku perkosaan itu.

Jaksa Chung Liao mengatakan, Ai Kung adalah contoh klasik "Dr Jekyll dan Mr Hyde", iaitu memiliki keperibadian berganda. Di siang hari Ai Kung terlihat sebagai seorang penegak undang-undang, tetapi di malam hari dia menjadi seorang predator seksual.

Korban Ai Kung adalah sembilan orang perempuan berusia 18-32 tahun. Mereka semua diserang saat malam hari lalu dibawa ke sebuah lokasi terpencil. Di sana mereka dipukul lalu diperkosa sebelum dirompak dan dibiarkan begitu sahaja di jalanan.

Pengadilan umum seperti ini biasa dilakukan pada masa-masa Revolusi Kebudayaan di China pada 1960-an hingga 1970-an. Saat itu ribuan orang hadir saat pengadilan dan penjatuhan vonis mereka yang dianggap mengkhianati idealisme Parti Komunis China dengan mengambil "jalan kapitalisme". sumber

No comments: