Saturday, July 12, 2014

IRAQ - 255 Tahanan Dibunuh di Penjara


Shi'ite volunteers, who have joined the Iraqi army to fight against militants of the Islamic State, march while hilding flags during training in BaghdadPasukan keamanan Iraq dan milisi Syiah membunuh sekurang-kurangnya 255 tahanan Mujahidin Sunni dalam sel tahanannya , Human Rights Watch mengatakan pada hari Jumaat.

“Pasukan keamanan Iraq dan milisi yang berafiliasi dengan pemerintah tampaknya telah eksekusi mati setidak-tidaknya 255 orang tahanan … sejak 9 Jun,” kata pengawas itu dalam sebuah pernyataan.

“Pembunuhan pembunuhan massal dapat menjadi bukti jenayah perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata HRW berbasis di New York.

Dikatakan pembunuhan tersebut  tampaknya telah dilakukan oleh Syiah sebagai pembalasan atas penguasaan wilayah di Iraq  yang dipimpin Daulah  Islam di Iraq dan Syria (ISIS).

Daulah Islam (IS), adalah sebuah organisasi milisi Sunni yang bulan lalu berhasil menguasai sebahagian besar wilayah Iraq, termasuk kota kedua Mosul, dan sejak itu dinyatakan sebagai “Khilafah” .

“Membunuh  tahanan merupakan pelanggaran yang sangat keterlaluan di bawah hukum antarabangsa,” kata wakil pengarah Timur Tengah HRW, Joe Stork.

“Sementara dunia hanya  mencela tindakan dari (ISIS), semestinya juga dunia tidak menutup mata terhadap pembunuhan sektarian  oleh pasukan pemerintah dan pro-pemerintah.”

Kelompok hak asasi mengatakan telah mendokumentasikan pembantaian tahanan bulan lalu di Mosul, serta di kota-kota dan desa-desa dari Tal Afar, Baquba, Jumarkhe dan Rawa.

“Dalam satu kes pembunuhan , tercatat pembunuhan sadis yang membunuh puluhan tahanan dengan dibakar hingga mati, dan dalam dua kes mereka (Syiah) melemparkan granat ke dalam sel tahanan ,” kata HRW. (Arby/Dz)

No comments: