Saturday, July 19, 2014

MESIR Masih Berharap Agar HAMAS Dibinasakan


gazaSejumlah pengamat politik mengkritik sikap Mesir terhadap agresi Zionis di Gaza saat ini dan menyebutnya sebagai sikap yang lemah.

Sameh Rasyid, seorang pakar di Al-Ahram pusat kajian politik dan strategis: “Sikap Mesir terhadap agresi Israel kali ini sangat lemah dibandingkan saat pertama, hal itu disebabkan kerana tindakan Mesir terhadap Jalur Gaza dan Hamas dalam beberapa bulan terakhir ini, menegaskan bahawa semua itu tidak dapat diharapkan untuk membuahkan kejayaan.

Tentang penjelasan terhadap inisiatif Mesir Rasyid mengatakan,”hal tersebut belum memiliki kesan positif dari sudut pandang Hamas, dengan demikian melanjutkan serangan roket ke Israel lebih layak bagi Hamas daripada menerima insiatif Mesir, yang dimana dianggap lebih memiliki dampak yang jelas dan baik dalam mendukung Israel namun tidak untuk Palestin.”

Sedangkan menurut Dr Ahmed Tihami, yang mendapat gelar Doktor dalam ilmu Politik dari Universiti Durham di Britain menganggap bahawa “permusuhan antara Mesir dan Hamas saat ini tercermin dalam penolakan inisiatif Mesir. Jelas ini sangat memalukan bagi Mesir…..kaerana mediator mesti memiliki hubungan baik dengan kedua belah pihak…namun Mesir saat ini memiliki hubungan yang tidak baik dengan Hamas, ini terlihat di beberapa media khususnya di kedua-dua belah pihak.

Dia menambahkan,”Menurut orang-orang Mesir, tidak adanya gencatan senjata sampai saat ini meskipun telah 10 hari berlalu, hal itu karena Israel dan pihak-pihak di Negara Arab ingin menekan Hamas dan mengakhiri dominasinya atas Gaza dalam rangka melawan Ikhwanul Muslimin, yang berhasil menumbangkan Mursi. Sebagaimana orang-orang Palestin memantapkan langkah mereka untuk menghadapi operasi militer saat ini agar dapat menghancurkan blockade secara permanent. Terutama di perbatasan Rafah, serta mencari akses ke laut. (hr/im) sumber

No comments: