Saturday, July 19, 2014

MH17 - Bangkai Pesawat Dikawal oleh Tentera Pemisah Pro-RUSIA

Pasukan pemantau internasional mengaku tidak mendapat akses penuh ke lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah timur Ukraine.

Mereka bahkan disambut dengan sikap tidak ramah oleh sekelompok lelaki bersenjata. "Sepertinya tidak ada benar-benar bertanggung jawab (di lokasi bangkai pesawat)," kata Michael Bociurkiw, juru cakap Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE), kepada Christiane Amanpour dari CNN, Jumat 919/7/2014).

Beberapa lelaki bersenjata, yang dipercayai milisi pro-Rusia, berkawal di kawasan itu namun mereka tidak bdapat menjawab pertanyaan pasukan pemantau, kata Bociurkiw.

Dia menambahkan, pasukan OSCE berada di lokasi selama sekitar 75 minit dan sempat memeriksa kawasan seluas 200 meter sebelum diminta pergi oleh orang-orang bersenjata tersebut. Di situ pasukanya melihat puing-puing pesawat dan mayat tersebar di kawasan seluas beberapa kilometer.

Lokasi jatuhnya MH17 adalah di daerah yang cukup terpencil di dekat Torez, wilayah timur Ukraine. Wilayah itu dikuasai oleh militan pro-Rusia yang memerangi pemerintah Ukraine.

Borciukiw mengatakan siasatan bakal jadi sagat sulit karena lokasi itu sukar dilalui daerah itu tidak ada elektrik.

Sementara itu Malaysia mengirim sebuah pasukanyang terdiri dari 62 orang untuk menyiasatpenyebab jatuhnya pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines tersebut. Di dalam pasukan itu terdapat personel tanggap bencana, pakar perubatan, perwakilan Angkatan Udara Malaysia, utusan Malaysia Airlines dan pegawai Departemen Penerbangan Awam.

Pemerintah Belanda, yang kehilangan hampir 200 warganya, mengutus Menteri Luar Negeri Frans Timmermans, ke Kiev, ibukota Ukraine.

Seperti diberitakan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 jatuh di wilayah timur Ukraina yang dikuasai kelompok pemberontak pro-Rusia. Semua penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 298 orang terbunuh. Ada dugaan pesawat itu jatuh akibat rudal yang ditembakkan kelompok pejuang yang didukung Rusia. sumber

No comments: