Thursday, July 24, 2014

PALESTIN - Lebih 50 Askar Israel Enggan Bertugas

Lebih dari 50 mantan askar “Israel” telah menolak untuk bertugas di pasukan cadangan kebangsaan, menyatakan penyesalan atas terlibatnya mereka dalam militer yang memainkan peranan sentral dalam menindas Palestin, lapor Washington Post pada Rabu (23/7/2014).

“Kami mendapati pasukan yang beroperasi di wilayah-wilayah pendudukan adalah bukan satu-satunya yang menegakkan mekanisme penguasaan atas kehidupan Palestin. Sebenarnya, seluruh tentera terlibat. Oleh kerana itu, kami sekarang menolak untuk mengambil bahagian dalam tugas-tugas cadangan dan kami mendukung semua orang yang menolak dipanggil untuk bertugas,” tulis para perajurit itu dalam sebuah petisyen yang diposting online dan diterbitkan pertama kali oleh Washington Post.

Sementara itu beberapa orang “Israel” telah menolak untuk berkhidmat di wilayah Palestin di Tebing Barat. “Banyak dari kami bertugas untuk dukungan logistik dan birokrasi, di sana, kami menemukan bahawa seluruh militer membantu melaksanakan penindasan rakyat Palestin,” ungkap mereka. Komentar mereka datang saat konflik di Gaza terus meningkat.

Awal bulan ini, “Israel” mengatakan pihaknya telah mengerahkan lebih banyak tentera cadangan untuk mengantisipasi peningkatan pertempuran. Dalam petisyen, para perajurit menyatakan struktur militer dan peran mendasar dalam masyarakat “Israel” sebagai alasan untuk ketidakmampuan mereka memisahkan bentuk perkhidmatan dari pertempuran. “Militer memainkan peranan sentral dalam setiap ranvcangan aksi dan usulan dibahas dalam perbincangan nasional, yang menjelaskan tidak adanya argumen nyata tentang solusi non-militer untuk konflik ‘Israel’,” tulis para perajurit. “Bagi kami, operasi militer saat ini dan cara militerisasi yang mempengaruhi masyarakat ‘Israel’ tidak boleh dipisahkan.” - Sumber

No comments: