Friday, July 18, 2014

Perang Darat : Israel Kerah 65,000 Askar


An Israeli tank performs a manoeuvre after a five-hour humanitarian truce, near the border with Gaza StripIsrael memulakan serangan darat ke Jalur Gaza pada Khamis malam setelah usaha untuk mencapai gencatan senjata penuh gagal untuk menghentikan , yang telah mengorbankan lebih dari 200 warga Palestin.

Pihak militer mengatakan bahawa invasi darat datang “Setelah penolakan berulang tawaran gencatan senjata ” oleh Hamas, gerakan Islam yang mengendalikan Jalur Gaza.

Pemerintah Israel, sementara itu, menyetujui rancangan 18.000 tentera cadangan baru, meningkatkan jumlah keseluruhan tentara Israel yang disiapkan  sejak awal Operasi tersebut berjumlah  65.000 askar, menurut jurucakap militer Israel.

Israel melancarkan operasi pada 8 Julai untuk serangan roket ke Gaza. Serangan darat dilancarkan Khamis akan “mencakup koordinasi yang erat antara unit IDF termasuk infanteri, korps berperisai, korps artileri, dan intelijen yang dikombinasikan dengan sokongan udara dan angkatan laut,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan militer untuk memulai serangan darat di Gaza.
“Perdana menteri dan menteri pertahanan telah menginstruksikan IDF untuk memulakan operasi darat malam ini untuk memukul terowongan teror dari Gaza ke Israel,” kata pernyataan rasmi dari pejabat Netanyahu.
Segera setelah Israel melancarkan operasi, Hamas memperingatkan bahwa Tel Aviv akan membayar “harga tinggi” atas tindakannya.

Hamas telah menembakkan lebih dari 1.000 roket ke Israel sejak awal pertempuran  10 hari lalu, menyebabkan kematian seorang Israel. Di sisi berlawanan, Israel menyerang lebih dari 1.600 sasaran di Gaza, membunuhha lebih dari 200 orang, sebagian besarnya warga awam.

Tembakan tank Israel mengorbankan tiga orang di Jalur Gaza, Kamis, kata petugas medik. Juru cakap khidmat kecemasan Gaza Ashraf al-Qudra mengatakan  semua korban berusia 20-an. Menurut angka yang disediakan oleh Centre yang berpusat di Gaza Palestin untuk Hak Asasi Manusia (PCHR), lebih dari 80 peratus korban konflik ini telah menjadi warga awam.

Sejauh ini, satu orang telah terbunuh di Israel – seorang warga awam yang meninggal pada Selasa malam dalam serangan roket di dekat persimpangan Erez, kata petugas medik. Sekurang-kurangnya empat warga Israel cedera parah.

Sejak kekerasan terbaru mulai sebelum fajar pada tanggal 8 Julai, sekurang-kurangnya 1,021 roket yang ditembakkan dari Gaza telah melanda Israel, dan 256 lainnya telah ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iron Dome, menurut tokoh-tokoh militer Israel .

Sepanjang kempen serangan udara yang ditujukan untuk menghentikan serangan roket, Israel telah menyerang lebih dari 1,750 “target teror” di Jalur Gaza, kata militer.(Arby/Dz) sumber

No comments: