Tuesday, August 12, 2014

13 Jenama yang Membantu Zionis

1. Volvo. Raksasa kenderaan ini telah dikritik oleh juru
kempen BDS (Boikot, Devestasi & Sanksi) kerana telah memasukkan peralatan berat untuk menghentam rumah warga Palestin. Yang cukup menarik, produsen kereta Sweden ini juga memegang saham sebesar 27% di Merkavim, iiatu bas yang digunakan untuk mengangkut tahanan Palestin dari dan ke penjara-penjara “Israel”.

2. Hewlett Packard (HP). Slogan Hewlett Packard adalah “Jika anda akan melakukan sesuatu, buatlah ia jadi sesuatu penting.” Untuk Palestin makna itu pasti berupa banyak hal. Raksasa teknologi ini dimiliki EDS Israel, yang memasukkan sistem komputer untuk Angkatan Pertahanan “Israel” dan memproduksi peralatan hi-tech seperti Basel System, sistem perizinan biometrik yang menguasai pergerakan pekerja Palestin melalui pos pemeriksaan di Gaza dan Tebing Barat. Sungguh itu penting sekali, untuk penjajah sejati. Peralatan HP juga digunakan oleh penjara-penjara “Israel” dan tentera. Namun, itu tidak cukup, perusahaan juga telah berinvestasi dalam pengembangan teknologi permukiman haram, dalam projek Kota Pintar (smart city) di kota Ariel.

3. Intel. Intel mengoperasikan perusahaan di Kiriyat Gat, berlokasi di perkampungan Palestin, Iraq al-Manshiya dan Falujah. Menurut sejarawan “Israel”, Benny Morris, sepanjang perang 1948-1949 penduduk desa ini terus mengalami pengusiran, sejalan dengan rancanga strategik “Israel”. Intel, yang prosesornya dapat ditemui di sebagian besar komputer di dunia, telah dilaporkan menginvestasikan $ 2.700.000.000 untuk meng-upgrade Kiryat Gat plant di mana ia bekerja sebagai chip baru yang akan membuat komputer lebih ringan dan lebih cepat. Intel membawa total investasi yang dilakukan “Israel” sekitar $ 10 billion, ditambah juga dengan nikmatnya keuntungan lebih dari $ 1 billion dalam bentuk hibah pemerintah zionis “Israel”. Inilah apa yang kita sebut dengan bersenang-senang di atas penderitaan orang lain.

4. Motorola. Pendukung BDS telah mensasarkan raksasa telekomunikasi Motorola akibat peranannya menyediakan alat-alat pengintip di sekitar permukiman haram Zionis di sepanjang tembok pemisah yang dibina “Israel”, di sepanjang perbatasan “Israel”-Gaza. Selain itu, perusahaan multinasional milik Amerika ini telah menandatangani kesepakatan $ 100 juta tahun ini dengan “Israel” untuk smartphone terenkripsi bagi tentera dan pegawai keamanannya.

 5. McDonald’s . Perusahaan makanan segera terbesar di dunia ini telah lama disasarkan oleh kelompok-kelompok pro-Palestin atas hubungannya dengan Jews America Fund (JAF). Melalui Komisi Israel mengunakan dana dari JAF untuk mempertahankan militer Amerika, memberi dukungan ekonomi dan diplomatik bagi Israel; memonitor dan, jika diperlukan, menanggapi (couter-attack) pemberitaan media tentang “Israel”.

6. Coca-Cola. Perusahaan terbesar minuman ringan di dunia ini memayungi banyak minuman berkarbonasi seperti Sprite, Fanta,Schweppes, dan banyak lainnya. Dia telah dikelilingi oleh banyak kontroversi atas sokongan yang serius terhadap “Israel”. Diantaranya termasuk fakta bahawa anak perusahan Coca-Cola memiliki penternakan lembu zionis di permukiman haram “Israel” di wilayah Shadmot Mechola di Lembah Jordan dan perusahaan di zon industri Katzerin di Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Kembali pada tahun 2009 perusahaan mengadakan resepsi khusus di markas Coca-Cola dunia untuk menghormati Brigadier Jenderal Ben Eliezer. Padahal, Eliezer didakwa oleh kelompok-kelompok pro-Palestin sebagai penjenayah perang dalam Perang Enam Hari, di mana unitnya bertanggung jawab atas pembunuhgan lebih dari 300 tawanan perang Mesir. Di bawah Sharon, Ben-Eliezer menjadiMenteri Pertahanan memimpin pembantaian di Jenin.

7. Danone. Sekitar 2 dekad yang lalu Danone membuka pusat kajian dan pengembangan zionis di “Israel” – Danone Institute. Tak mengejutkan, perusahaan Perancis ini juga memiliki saham 20% dari perusahaan makanan terbesar kedua Israel, Strauss Group.

8.  Estee Lauder - Konglomerasi Amerika ini adalah rumah bagi cabang besar seperti DKNY, Tommy Hilfiger, MAC, Clinique dan antara banyak anak perusahaan lainnya telah disasarkan oleh aktivis BDS kerana kegiatan pro-”Israel” yang dilakukan ketuanya, Ronald Lauder. Lauder yang juga presiden saat ini dari Dana Nasional Yahudi (JNF) – lembaga penguasa-pemerintah yang fungsi utamanya adalah untuk melegitimasi pendudukan “Israel” dari bumi Palestin. Bahkan sebuah kelompok yang berpusat di Amerika memimpin boikot di negara dengan slogan kempen mereka “Estée Slaughter” (pembantaian Estee).

9. Marks and Spencer. Sejak awal M & S telah dikaitkan erat dengan Zionisme. Sebuah buku tentang M  S yang ditulis oleh Lord Marcus Sieff – Ketua M &; S jangka panjang- di dalamnya dia menyebutkan bahawa salah satu tujuan dasar dari M & S adalah untuk membantu pembangunan ekonomi “Israel” (Management: The Marks & Spencer Way, Weidenfield & Nicolson, 1990). Pada sebuah artikel dalam Laporan Jerusalem tanggal 5 Jun 2006, M &S mendukung “Israel” dengan sekitar $ 233.000.000 dalam perdagangan setiap tahun. Selanjutnya pada tahun 1998 Sir Richard Greenbury, CEO Marks & Spencer, menerima Jubilee Award oleh Perdana Menteri “Israel” Netanyahu. Ini adalah penghargaan tertinggi yang pernah diberikan oleh “Negara Israel” sebagai pengakuan dari orang-orang dan organisasi, bahawa melalui investasi dan hubungan perdagangan, telah melakukan upaya paling hebat dalam memperkuat ekonomi “Israel”.

10. Starbucks. Hubungan erat restoran ini dengan negara “Israel” telah dilakukan selama beberapa waktu. Mereka semakin meningkatkan kerjasamanya ketika Howard Schultz, pendiri Zionis aktif, ketua, presiden dan CEO Starbucks dihormati oleh Dana Jerusalem Aish HaTorah dengan “The Israel 50th Anniversary Friend of Zion Tribute Award”, atas pengabdiannya bagi negara Zionis dalam “memainkan peranan penting dalam mempromosikan aliansi erat antara Amerika Syarikat dan Israel”. Starbucks bangga ditampilkan penghargaan pada website perusahaan di bawah bahagian ‘penghargaan dan penghargaan’ bahawa raksasa kopi telah memenangi “Israel”. Namun, setelah boikot mulai menggigit, penghargaan secara misterius menghilang dari lamannya.

11. Nestle. Perusahaan multinasional Swiss ini memiliki sejarah kontroversi dan kritik seputar nama mereknya yang besar. Aktivis Pro-Palestin mengemukanan salah satu masalah utama yang mereka miliki dengan perusahaan makanan dan minuman, yakni fakta bahawa dia membeli 51% saham dalam pelaburan Osem di pertengahan 90-an. Osem Investement adalah sebuah perusahaan yang berpusat di “Israel” yang secara langsung terlibat dalam produksi dan distribusi produk makanan di “Israel” dan luar negeri. Selain itu pada tahun 1998, Peter Brabeck – mantan CEO Nestle menerima Penghargaan Jubilee (kehormat tertinggi yang ditawarkan oleh negara “Israel”) sebagai pengakuan atas usaha perusahaannya untuk mendukung negara “Israel”.

Selain 11 perusahaan tersebut di atas, berikut dua perusahaan lain yang berperanan besar dalam tragedi Gaza Under Attack tahun 2014 ini. Semoga kita dapat memboikotnya dengan penuh dedikasi.

12. Garnier-L’Oreal. Garnier, dimiliki oleh L’Oreal, telah menyumbangkan produknya yang didistribusikan dalam bentuk paket perawatan oleh kelompok advokasi StandWithUs Israel. Produk tersebut disumbangkan oleh Garnier Israel. Paket-paket perawatan itu dipublikasikan dalam bentuk foto para anggota IDF wanita yang sekarang sedang bertugas di Gaza pada halaman StandWithUs Facebook, dengan “shoutout” kepada Garnier untuk kontribusinya.

13. Elbit Systems. Menurut para analis pertahanan, sistem Elbit adalah salah satu perusahaan terkemuka di dunia dari drone udaratanpa pemandu. Banyak orang percaya Angkatan Pertahanan Israel (IDF) telah menggunakannya dalam serangan mereka terus-menerus di Gaza saat ini. -sumber

No comments: