Sunday, October 12, 2014

Barang Keramat Peninggalan Nabi Sulaiman?


sulaemanAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mas Rizky yang di rahmati Allah SWT.

Saya pernah menonton National Geographic, tajuknya saya lupa, disiarkan salah satu TV nasional. Filem tersebut menceritakan tentang tempat-tempat suci di Jerusalem bagi 3 Agama Samawi. Salah satunya adalah Masjidil Aqsa. Di situ disebutan bahawa di bawah Masjid Al Aqsa pernah tersimpan sebuah Tabut yang diyakini peninggalan Nabi Sulaiman AS. Tabut tersebut pernah dijadikan pemujaan oleh para Pemuka Agama Yahudi Talmud/Kabbala, hingga akhirnya menghilang entah kemana dan sampai saat ini belum ditemukan. Yang ingin saya tanyakan:

1. Benarkan ada “benda” itu yang diyakini dapat memberikan kekuatan ghaib yang amat dahsyat bagi yang menemukannya?
2. Apakah “benda” tersebut adalah yang dicari-cari oleh Ksatria Templar yang melakukan penggalian dibawah kuil pada saat perang salib?

Saya mohon maaf jika ada kesalahan dari keterangan saya kerana sudah agak lupa. Saya mencari filem itu di pasaran, tetapi sampai saat ini belum mendapatkan.

Saya mohon penjelasan dari Mas Rizky.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.




Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh,

Semoga Anda selalu berada dalam rahmat dan hidayah Allah Swt. Saya akan memulai pemaparan ini dengan produsen dari filem tersebut terlebih dahulu, yakni National Geographic. Lembaga ini didirikan di Amerika Syarikat, 27 Januari 1888, oleh 33 orang yang tertarik meningkatkan pengetahuan geografi mereka. 

Gardiner Greene Hubbard menjadi presiden pertama dan kemudian digantikan oleh menantunya, Alexander Graham Bell. Yayasan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan umum tentang geografi dunia dan pada akhirnya mendanai penerbitan majalah bulanan National Geographic. Saat ini, National Geographic saat ini telah terbit di 60 negara dalam 30 bahasa dengan jumlah lebih dari 9.5 juta naskah per bulan. Tidak saja dalam bentuk majalah, tetapi juga telah merambah ke audio-visual.

Hanya saja, perusahaan ini telah dimasukkan dalam daftar Boikot Dunia Islam terkait fatwa boikot dari Dr. Yusuf Qaradhawy (silakan lihat semua daftar boikot di www.inminds.co.uk). Semua perusahaan yang masuk dalam daftar boikot tersebut diketahui telah mengalirkan sebahagian keuntunganya untuk menunjang kewujudan zionis-Israel yang hari ini masih saja menjajah Palestin. Erti masuk dalam daftar boikot yakni umat Islam jangan sampai mengalirkan wangnya ke poket mereka, bukan dalam erti tidak boleh mengambil manfaatnya atau mengkonsumsinya. Ini adalah perang ekonomi. Walau banyak manfaat yang dapat kita ambil dari produk National Geographic, kita tetap mesti ekstra kritis dalam “memamahnya” kerana tetap saja paradigmanya beza dengan paradigma keIslaman, terutama jika mereka membahas masalah sejarah, pasti yang dipakai ialah perspektif Barat. Demikian juga dengan filem tentang tempat-tempat suci di Jerusalem, perspektifnya sangat Barat. Kita tahu siapa yang berada di balik hegemoni paradigma Barat tersebut.

Soal Tabut Perjanjian atau Tabut Sakinah, benda yang dalam bahasa Inggeris disebut sebagai Ark of the Covenant ini hanyalah salah satu benda berharga dalam keyakinan Yahudi yang diyakini mereka tertanam di bawah kompleks Masjidil Aqsa. Selain itu masih ada Laver (Baskom), Menorah (Kandil Emas, dijadikan lambang Mossad), Mezbah Pembakaran Ukupan (The Golden Altar of Incense), Meja Roti Sajian (Table of Showbread), Mezbah Pembakaran (Brazen Altar), dan lainnya. Sejarah mencatat jika benda-benda itu “hilang” tatkala Kaisar Titus dari Roma menyerbu dan membakar Jerusalem pada tahun 70 M.

Apakah Tabut Perjanjian itu? Tabut itu sendiri merupakan sebuah perkakas yang terbuat dari kayu yang sangat biasa, sudah dikenal di Timur Tengah Purba jauh sebelum zaman Musa a.s.. Tabut lazim dipergunakan sebagai tempat penyimpanan dokumen yang mengandung ketentuan-ketentuan perjanjian. Nah, yang kemudian dikenal dunia sebagai Tabut Perjanjian (Covenant of Ark atau orang Yahudi menyebutnya sebagai ’Aron Haberit) memang unik dan istimewa. Tabut bangsa Yahudi itu dilapisi dengan emas sebagai wadah suci yang mudah dibawa.

Dalam berbagai keterangan Barat disebutkan jika Tabut tersebut digunakan untuk menyimpan dua Loh Batu yang berisi 10 Firman Tuhan yang diberikan kepada Musa a.s. Namun yang harus diperhatikan jika ini bukanlah Loh batu yang merupakan “tulisan” Allah yang asli, yang ditulis “dengan jari Allah”. Kerana Loh Batu yang asli sudah dicampakkan dan dipecahkan oleh Musa ketika turun dari bukit dan menjumpai orang-orang Yahudi yang menari-nari memuja patung sapi betina. Episode ini dalam Qur’an juga disinggung dalam surat al-Baqarah (lembu betina).

Yang banyak tidak diketahui orang. Tabut Perjanjian tersebut merupakan bentuk asli dari Bait Alah-nya Yahudi. Tabut tersebut selalu di bawa-bawa mereka ketika menuju Mesir, melarikan diri dari kejaran Firaun, dan bahkan dalam peperangan. Tabut Perjanjian merupakan Bait Allah portabel yang selalu berada di dalam khemah suci bangsa Yahudi di dalam pengembaraannya. Kala itu bangsa Yahudi tidak menjadikan Jerusalem sebagai kota sucinya. Bangsa Palestin merupakan bangsa asli dari tanah Palestin. Jadi dakwaan Yahudi jika Jerusalem atau Tanah Palestin merupakan tanah suci mereka maka itu adalah dakwaan palsu. Semua paparan sejarah ini bisa dibaca di banyak buku, di antaranya silakan baca buku “Rahasia di Balik Penggalian Al-Aqsa: Mitos Haikal Sulaiman, Tabut Yang Hilang, dan Penantian Kedatangan Juru Selamat Yahudi” (Abu Aiman, 2007).

Pertanyaan pertama, apakah benda itu punya kekuatan dahsyat? Saya tidak percaya. Benda itu bahkan menjadi bahan olok-olok Yahudi Hollywood, kerana di dalam filem “Indiana Jones: The Crystal of Skulls” yang merupakan seri terbaru dari serial Indiana Jones yang dilakonkan aktor Zionis-Yahudi Harrison Ford, Tabut Perjanjian tersebut sempat diperlihatkan berada di dalam peti yang terbuka di satu gudang di dalam area militer di Gurun Nevada (Area 51?).

Dan soal pertanyaan kedua, Templar memang melakukan penggalian di bawah kompleks Masjidil Aqsa untuk menemukan harta karun tersebut (Knight dan Lomas, dua pengkaji Inggeris tentang Templar menemukan sisa-sisa penggalian beserta alat-alat eskavasi Templar di bawah komples Masjidil Aqsa. Mereka berdua yakin jika sejak jatuhnya Jerusalem ke tangan pasukan salib tahun 1099, Ordo Sion dan kemudian Templar telah melakukan penelitian dan penggalian di lokasi tersebut. Hasil penelitian mereka berdua ditulis dalam buku “The Hiram Key”).

Kaum Yahudi memang yakin benda-benda tersebut masih berada di bawah kompleks Masjid Al Aqsa. Sejak tahun 1099 mereka menggali bahagian bawah Masjidil Aqsa dan hal itu terus dilakukan hingga hari ini(!), namun benda yang dicari tidak ada juga. Lebih sembilan abad menggali namun benda yang dicari tidak ada juga. Saya yakin jika alasan mereka untuk mencari benda-benda itu dusta belaka. Mereka sesungguhnya ingin merubuhkan Masjidil Aqsa dan menggantinya dengan pembangunan kuil ketiga mereka di atas reruntuhan Masjidil Aqsa yang telah hancur. Sebab itu menjadi kewajiban, fardhu’ain bagi kaum Muslim seluruh dunia untuk melawan Zionis-Yahudi, termasuk melawan seluruh sekutunya seperti halnya kaum Neo-Liberal dan semua pendukungnya. Wallahu’alam bishawab. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. sumber

No comments: