Friday, October 3, 2014

JORDAN - Sokongan Terhadap ISIS Meningkat


maan2-300x165Jalan-jalan yang berpasir kota Ma’an di Jordan selatan ,  terlihat suasana pro-jihad mendidih di bawah permukaan masyarakatnya.

Banyak grafiti  menunjukkan bendera ISIS pada  dinding dan bangunan pejabat pemerintahan  di jalan utama, dinding  sekolah, dan juga di area tengah di pusat kota .

Seratus lima puluh km sebelah selatan dari ibukota, Amman, kota Ma’an selalu dikenal sebagai kota pemberontak di Jordan. Selama beberapa dekad telah menjadi lokasi  kerusuhan,  kekerasan dan konfrontasi gerakan Muslim dengan pasukan keamanan Jordan.

Dalam beberapa bulan terakhir, video mengenai  demonstrasi pro-ISIS telah beredar di media sosial, dengan beberapa warga Ma’an melambaikan bendera hitam IS(IS).

Penunjuk perasaan  bahkan berani menyerukan pengakuan Negara Islam dan meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah.

Pemerintah mengatakan masih mengawal situasi kota Ma’an, meskipun ketegangan sewaktu waktu akan membara.

“Tidak sedikit orang Jordan yang membawa bendera ISIS  ditangkap,” kata jurucakap pemerintah Mohammad al-Momani kepada CNN.

Menurut seorang pegwai pemerintah yang berbicara dengan syarat anonim, “Majoriti orang yang menunjukkan simpati dengan ISIS ditangkap.” Pegawai itu mengatakan sejumlah 71 simpatisan telah ditangkap selama beberapa minggu di seluruh negara.

Pihak kerajaan semakin takut akan ancaman dari dalam negerinya setelah Jordan bergabung dengan koalisi pimpinan AS dalam memerangi Negara Islam  di Iraq dan Syria.

Seperti banyak orang Jordan, walikota Ma’an prihatin dengan dampaknya setelah partisipasi negaranya ikut dalam serangan terhadap ISIS di negara-negara tetangga.

“Gerakan jihad telah hadir di Jordan selama bertahun-tahun, tidak hanya di Ma’an, tetapi juga di kota-kota lain … jika gerakan Jihad  di Iraq atau Syria menyatakan perang terhadap Jordan, mereka tidak akan ragu-ragu untuk melakukan operasi di dalam negeri Jordan,” ujar Walikota Majed al-Sharari mengatakan kepada CNN di pejabatnya.

Dan banyak dari grafiti yang hadir di kota tersebut  menuliskan ,  “Negara Islam silakan menetap di sini untuk tinggal,” dan , “Abu Bakr Al-Baghdadi adalah pemimpin kami.” (JL/KH) sumber

No comments: