Tuesday, January 27, 2015

Erdogan Disambut Sebagai Wira di SOMALIA

Tak diragukan lagi bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disambut sebagai pahlawan di Somalia. Sebagaimana dilaporkan Al-Jazeera pada Isnin (26/1/2015) bahawa dia berkeras meneruskan kunjungannya ke Somalia, Khamis (22/1), padahal hotel yang dikhaskan untuknya di ibukota Mogadisu telah mengalami serangan bom, semalam menjelang kehadirannya.

Kemudian pegawai presiden Turki mengumumkan bahwa kunjungannya akan diundurkan beberapa hari kerana Erdogan dikabarkan akan menghadiri pemakaman Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdulaziz. Namun, Erdogan berkeras melakukan kunjungannya ke negara-negara Semenanjung Afrika, segera pasca serangan bom sebelumnya mempopularkan dirinya.

Dia mendarat di lapangan terbang Mogadishu pada Ahad (25/1) pagi dan disambut hangat oleh Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud. Bagaimana Erdogan sebagai sosok yang begitu dikecam atas tuduhan korupsi, delusi kekuasaan, pemimpin diktator, dan polarisasi retorika oleh media Turki dan barat begitu dihormati di Somalia? Kenyataannya adalah, Erdogan telah melakukan apa yang tidak dilakukan pemimpin dunia lainnya kepada Somalia selama berpuluh-puluh tahun.

Pada Ogos 2011, saat Erdogan masih menjadi Perdana Menteri, dia mengabaikan wacana bahawa Mogadisu sebagai zon terlarang untuk dikunjungi, tetapi dia hadir bersama keluarganya, anggota kabinet tertinggi, dan perwakilan NGO-NGO serta sektor perdagangan. Kunjungannya merupakan kunjungan pertama dari pemimpin non-Afrika ke Somalia yang sedang terpuruk setelah dua dekad. Ketika itu kedatangannya pada bulan suci Ramadhan, sebagai pesan bahwa Ankara tidak akan meninggalkan “saudara dan saudari Muslimnya”.sumber

No comments: