Wednesday, February 11, 2015

YAMAN - Rakyat Protes Kudeta Syiah


Mideast Yemen
Protes besar-besaran rakyat  Yaman pada hari Ahad menolak kudeta  pemberontak Syiah Houthi atas pemerintahan dan  menyerukan kembalinya Abedrabbo Mansour Hadi sebagai presiden di negara itu.

“Situasi ini sangat buruk, dengan Syiah Houthi mengambil kekuasaan dan menjadikan pemerintahan tidak berfungsi ,” kata SU Agung PBB Ban Ki-moon, mengacu pada milisi Syiah yang membubarkan pemerintah Sanaa dan parlimen pada hari Jumaat lalu.

“Harus ada pemulihan atas legitimasi Presiden Hadi,” kata Sekjen PBB kepada wartawan .

Negara-negara Teluk menyatakan keprihatinan tentang pengaruh Syiah Iran di Yaman dan menyerukan peranan internasional, kata seorang pegawai AS, beberapa jam setelah pemberontak Syiah Houthi merebut kekuasaan di Yaman, membubarkan parlimen dan mendirikan sebuah dewan kepresidenan.

Tapi tidak ada pembicaraan apapun dengan  Teheran tentang situasi Yaman pada saat pembicaraan antara Kerry dan para menteri dari negara-negara Teluk Arab, kata pejabat tinggi Kementgerian Luar Negeri pada hari Jumaat setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Sementara itu, utusan PBB Jamal Benomar mengatakan pada hari Ahad bahwa semua faksi Yaman, termasuk Syiah Houthi dan parlemen, telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan.

Pimpinan Houthi  “Abdelmalek al-Houthi dan semua parti politik di Yaman telah sepakat untuk melanjutkan dialog, yang akan dimulai esok (Senin),” kata Benomar  kepada wartawan di Sanaa. (Arby/Dz) sumber

No comments: