Thursday, May 21, 2015

Buddha BURMA Takut Kebenaran Islam Ratusan Tahun

wirathu

Pernyataan konyol Samia Wirathu yang menyatakan bahwa dirinya khuatir Myanmar akan jadi sebuah negara Muslim seperti Indonesia jika kelompok Muslim Rohingya (sebahagian orang menyebutnya sebagai Muslim Arakan, sesuai dengan istilah demografik di mana komuniti ini tinggal), sungguh-sungguh  menunjukkan jika Biksu Wirathu tidak paham sejarah bangsanya sendiri.

Muslim Arakan atau Rohingya ini sudah ada di wilayah Burma (sekarang berganti menjadi Myanmar) sejak abad 7 Masehi, namun kerajaan Arakan baru berdiri sejak tahun 1430 sampai 1784 Masehi. Mereka ini meninggalkan peninggalan sejarah Islam berupa masjid-masjid dan madrasah madrasah, di antaranya adalah masjid Badr yang terkenal berada di Arakan. Nama masjid serupa juga dipakai di masjid daerah-daerah pantai di India, Bangladesh, Thailand, Burma dan Malaysia. Dan juga masjid yang terkenal bernama masjid Sandy Khan yang didirikan pada tahun 1430 H.

Arakan ketika itu menjadi negeri merdeka dan berdaulat selama 3 setengah abad dan dipimpin 48 pemerintah Muslim secara berturut-turut. Pada tahun 1784 M, Arakan diserbu dan dijajah oleh Raja Buddha Burma (Budabay). Dia memasukkan Arakan ke wilayah Burma kerana takut penyebaran Islam. Dia pun melakukan perosakan di muka bumi, di mana raja ini menghancurkan peninggalan sejarah umat Islam berupa masjid dan madrasah, membunuh ulama dan para da’i. Orang-orang Buddha pun terus melakukan tekanan terhadap muslimin dan menjarah harta mereka. Mereka pun menghasut Buddha Almag untuk menekan muslimin selama 40 tahun.

Tidak sampai di situ penderitaan muslimin, pada tahun 1824 M Inggeris menjajah dan memasukkan Burma dalam pemerintahan Kolonial Inggeris Hindia. Ketika Inggeris memerdekakan Burma, penindasan terhadap Muslim Rohingya terus berlangsung. Penguasa Buddha di Burma ini berusaha keras mengusir Muslim Rohingya, penduduk asli Burma alias Myanmar, keluar tanah kelahiran mereka sendiri. Sejarah pengusiran dan penindasan Muslim Rohingya yang dilakukan penguasa rasis Budha Burma sama persis dengan sejarah penindasan dan pengusiran terhadap Muslim Palestin yang dilakukan Zionis-Israel. Inilah sejarah yang benar. (rz) sumber

No comments: