Tuesday, June 30, 2015

Dunia Mesti Tolak Perkahwinan Sejenis

Konstitusi Indonesia tegas menolak perkawinan sejenis

Baru-baru ini pernikahan sesama jenis kembali menjadi pembicaraan yang hangat baik di media cetak maupun elektronik. Pro kontra terhadap pernikahan sesama jenis memang sejak lama dibicarakan khalayak ramai. Namun tepatnya minggu lepas media massa kembali mem'blow-up' berita terkait pernikahan sesama jenis.

Pasalnya pada hari Jumaat (26/6) Mahkamah Agung Amerika Syarikat memutuskan untuk dibenarkan aturan secara nasional (sebanyak 50 Negeri Bahagian) pernikahan sesama jenis, di mana sebelumnya hanya 37 Negara Bahagian pernikahan sesama jenis ini secara sah dibenarkan.

Di Indonesia, beberapa orang termasuk artis mendukung dan bergembira atas putusan Mahkamah Agung Amerika Syarikat ini. Mereka seakan menanti aturan tersebut juga dijalankan di Indonesia. Namun, sebahagian besar juga menolak dan ada yang anti terhadap pernikahan sesama jenis ini. Advokat yang juga aktivis Hak Asasi Manusia dari SNH Advocacy Center, Sylviani Abdul Hamid menolak dan keberatan apabila aturan tersebut dijalankan di Indonesia. Dia menegaskan bahawa Indonesia tidak dapat memberlakukan pernikahan sesama jenis ke dalam bentuk peraturan, sebab menurutnya pernikahan sesama jenis sangat bertentangan dengan Konstitusi Indonesia.

Konstitusi (UUD 1945-red.) menurutnya menganut asas Ketuhanan Yang Maha Esa, di mana di sana tercermin bahawa Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragama. Sebagai bangsa yang beragama, maka sudah sepantasnya menolak pernikahan sesama jenis yang merupakan perilaku menyimpang.

“Sebagai Bangsa yang beradab tentu bangsa Indonesia dan juga agama-agama yang ada di Indonesia menolak penyimpangan seksual sebagian kaum hedon ini,” tegas Sylvi “Undang-undang yang ada pun telah tegas menutup celah bagi pernikahan sesama jenis ini,” sambung Direktur Eksekuti SNH Advocacy Center ini.

Dia mencontohkan aturan tentang Perkahwinan misalnya Pasal 1 telah dengan tegas mengatakan bahawa perkahwinan adalah ikatan zahir batin antara seorang lelaki dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ungkap Sylvi seraya mengutip Pasal 1 dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. “Undang-undang ini merupakan perwujudan dan bentuk komitmen dari segenap Bangsa Indonesia dalam rangka membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana dimuat dalam Konstitusi kita,” lanjutnya. Menurutnya budaya dan agama-agama di Indonesia juga sepakat bahwa perkawinan sesama jenis merupakan sebuah aib dan perbuatan tak bermoral yang mesti ditolak bahkan dikategorikan sebagai perbuatan dosa.konstitusi

 “Indonesia memang bukan Negara agama, tapi menganut asas Ketuhanan Yang Maha Esa di mana nilai-nilai keagamaan mesti dikedepankan, disamping itu Budaya Timur kita juga menjunjung tinggi etika dan moraliti Bangsa oleh keranaya sudah sepantasnya Indonesia melarang pernikahan sesama jenis ini,” tutup Sylvi.  sumber

No comments: