Monday, June 1, 2015

RUSIA & CHINA vs AS di Laut China Selatan

rusia-gabung-china-di-laut-china-selatan-dunia-bakal-perang-nuklir

Konflik di Laut Cina Selatan memanas. Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov dua hari lalu mengatakan Negara Beruang Merah itu akan bergabung dengan China dalam latihan militer di Laut China Selatan.

Menurut Antonov latihan militer gabungan dengan China itu akan berlangsung pada Mei 2016 mendatang. Latihan perang itu akan fokus pada kontra-terorisme dan keamanan di laut, seperti disiarkan akhbar Russian Today, Ahad (31/5).

Antonov juga menyatakan Rusia khuatir dengan meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan dan dia mendakwa Amerika Syarikat kian memperburuk situasi. Dia menuturkan langkah Washington selama ini diarahkan buat meminggirkan Rusia dan China.

“Kami khuatir dengan tindakan Amerika di kawasan, terutama sejak belakangan ini makin menyudutkan Rusia dan China,” kata Antonov.

Sebelumnya Jepun sudah menyatakan akan bergabung dengan latihan militer Amerika-Australia di kawasan Asia seiring meningkatnya tekanan terhadap China yang membangun pulau buatan di Laut China Selatan.

Menurut pengamat dari Institut Politik Ekonomi Amerika Syarikat, Paul Craig Roberts, keadaan makin mencemaskan ini dicetuskan keinginan Negeri Pakcik Sam untuk menjadi negara hegemoni di dunia, seperti disiarkan Russian Today, (13/5).

Gedung Putih, kata lelaki  mantan asisten Kementerian Kewangan Amerika itu, berusaha menghadang pengaruh negara-negara bersenjata nuklear seperti Rusia dan China.

Penulis sejumlah buku, seperti “How America Was Lost” itu mengatakan, propaganda dan agresi terang-terangan Amerika makin membuat Rusia dan China yakin bahwa Washington menginginkan perang. Keadaan itu juga kian memperkuat hubungan Rusia dan Cina.(rz) sumber

No comments: