Friday, June 26, 2015

XINJIANG - 15 Muslim Terbunuh

china uighur

Polis Xinjiang menyerang warga Muslim Uighur dengan brutal di selatan Kota Kashgar, Rabu (24/6). Serangan ini dilakukan dengan alasan balas dendam atas dakwaan serangan bom di pos pemeriksaan. Mereka didakwa membunuh sejumlah polis dengan pisau dan bom di pos pemeriksaan. Polis membunuh sekurang-kurangnyanya 15 Muslim Uighur. Balas dendam ini dilakukan pada awal bulan suci Ramadhan.

Seperti diketahui, kekerasan terhadap Muslim Uighur terus terjadi selama beberapa tahun terakhir. Insiden ini sering diberitakan sejumlah media. Namun, Pemerintah Cina tak pernah merespons insiden ini. Kelompok Muslim Uighur dan Aktivis HAM mengatakan, kerusuhan di Xinjiang ini dicetuskan kerana pembatasan terlalu ketat terhadap ibadah umat Islam di sana.

Memetik ibtimes, jumlah kematian akibat serangan polis Xinjiang mungkin lebih daripada 28 orang termasuk pejalan kaki. Serangan ini sebagai protes pembatasan aktiviti agama Muslim Uighur di Cina yang berlangsung sejak lama. Pembatasan paling baru adalah larangan bagi umat Muslim tertentu untuk berpuasa Ramadhan.

Pemerintah Cina memberikan pemberitahuan rasmi bahawa anggota parti, PNS, siswa, dan guru dilarang berpuasa. Larangan ini dikuatkuasakan sejak tahun lalu. Mereka juga memerintahkan restoran halal tetap dibuka pada siang hari. Jurucakap Muslim Uighur, Dilxat Raxit, mengatakan perintah ini merupakan bentuk politisasi pemerintah.

Disiarkan dari TheGuardian, Presiden Xi Jinping menilai agama yang ada di Cina tidak boleh dipengaruhi asing. Seluruh warga dan agama mana pun mesti berjanji hanya setia untuk negara.

Cina dengan majoriti ateis berusaha mengendalikan pelbagai agama dan penyebarannya. “Kita mesti mengelola urusan agama sesuai dengan keinginan kami. Agama mesti tunduk pada kepentingan kami,” ujar Xi Jinping. Inilah presiden Cina yang digandeng Jokowi dengan mesra dan akan memasukkan puluhan juta warga komunisnya ke Indonesia. (rz) sumber

No comments: