Wednesday, July 1, 2015

MYANMAR Mesti Diboikot

**FILE**Myanmar's military leaders look on Tuesday, March 27, 2007, as they wait for the arrival of Myanmar's military junta leader Gen. Than Shwe just prior to Armed Forces Day ceremonies in the new capital city of Naypyidaw, Myanmar. Daily demonstrations by tens of thousands of people have grown into the stiffest challenge to the ruling junta in two decades. (AP Photo/David Longstreath, FILE)

Ahli-ahli perniagaan Indonesia didesak untuk ambil bahagian dalam usahaa penghentian kekerasan yang dilakukan Myanmar terhadap kelompok muslim Rohingya. Salah satu caranya adalah membatasi pelaburan di Myanmar.

“Kita minta peniaga Indonesia yang sedang berinvestasi dan mahu berinvestasi ke Myanmar untuk menghentikan langkahnya,” kata Koordinator Koalisi Masyarakat Indonesia Peduli Rohingya, Adnin Armas usai sidang media di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Isnin (29/6).

“Memang ada tenaga murah di sana, tapi pada satu sisi kemanusiaan pemusnahan sistemik di sana sedang terjadi,” tambahnya.

Ia menyebut bahawa sejumlah negara di Eropa sudah melakukan cara seperti sebagai bentuk protes atas sikap Myanmar terhadap Rohingya. sumber

No comments: