Tuesday, August 4, 2015

RUSIA Akan Batalkan Sokongan Terhadap SYRIA

erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan bahawa Presiden Rusia Vladimir Putin sebenarnya dalam proses menarik dukungannya terhadap Presiden Syria Bashar Al Assad, demikian menurut akhbar Turki Today pada Isnin (03/08).

“Presiden Vladimir Putin tidak akan selamanya mendukung Presiden Bashar Al Assad hingga akhir. Saya yakin Putin akan meninggalkan Assad segera,” ujar Erdogan pasca kunjungan kenegaraan ke China dan Indonesia pada minggu lepas.

Presiden Erdogan melanjutkan, “Pembicaraan kami di sela-sela upacara pembukaan Olimpiade Eropah di Baku, Azerbaijan, pada awal bulan Julai lalu telah mengubah sedikit pandanganya mengenai krisis Syria.”

Sementara itu ketika ditanya mengenai PKK Kurdistan dan kelompok pengganas Syria, Erdogan menegaskan bahawa negaranya akan terus melanjutkan kempen militer mereka dalam perang melawan keganasan yang ditimbulkan sejumlah kelompok bersenjata Syria dan Turki dalam tempoh waktu 3 bulan terakhir.

Serangan bom di taman budaya Suruc yang mengorbankan 32 orang awam pada Isnin 20 Julai 2015 menjadi puncak kesabaran Ankara dalam menanggapi berbagai aksi serangan berdarah yang mensasarkan keamanan nasional Turki.

Tercatat seminggu kemudian Turki segera melancarkan serangan udara terhadap sejumlah kelompok bersenjata di Syria yang dianggap bertanggung jawab atas serangan berdarah tersebut. (Alarabiya/Ram) sumber

No comments: