Friday, September 4, 2015

As-Sisi di INDONESIA Hari Ini (Jumaat 4 September)

Demo sambut rencana kunjungan Al Sisi ke Jakarta

Presiden Mesir Abdel Fatah Al Sisi  akan berkunjung ke Indonesia hari ini Jumaat (4/9/2015). Memetik BBC Indonesia, Ketua Staf Presiden Teten Masduki mengatakan, Abdel Fatah al-Sisi dijadulakan akan bertemu Presiden Joko Widodo pada Jumaat (04/09) esok di Istana Merdeka, Jakarta. Belum diketahui agenda utama kunjungan al-Sisi sepanjang berada di Jakarta, tetapi sebuah tunjuk perasaan menolak kunjungannya telah diadakan oleh kelompok yang menamakan diri Indonesia society for humanity di Jakarta, Kamis (03/09). Diikuti sekitar 20 orang, mereka menggelar tunjuk peanrasa di depan Istana Merdeka dan menyatakan menolak ancangan kunjungan Sisi, otak dan pelaku utama kudeta berdarah terhadap Presiden yang sah Mohammad Mursi tersebut.

“Al-Sisi adalah penjenayah kemanusiaan, pelaku kudeta militer. Tidak ada manfaat apapun Indonesia belajar dengan Mesir,” kata jurucakap pendemo, Noval Abuzar kepada BBC Indonesia. Rencana kunjungan Al-Sisi ke Jakarta merupakan kunjungan pemimpin Mesir pertama ke Indonesia dalam 30 tahun terakhir semenjak kunjungan Presiden Hosni Mubarak ke Jakarta pada April 1983.

Sehubungan itu anggota komisi I DPR yang membidangi urusan luar negeri, Ahmad Zainuddin berharap Presiden Joko Widodo mesti sampaikan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Mesir terkait rancangan kedatangan Presiden Mesir Jenderal Abdul Fatah Al Sisi ke Indonesia. “Masalah HAM dan kemanusiaan di Mesir ini saya kira perlu sekali dipertimbangkan pemerintah. Kalau perlu Presiden Jokowi menolak kedatangannya,” ujar Zainuddin di Jakarta, Selasa (1/9/2015), siar Hidayatullah.com.

 Sebagaimana diberitakan pelbagai media, Al Sisi dijangka melakukan lawatan kenegaraan ke beberapa negara di Asia pada tanggal 31 Ogos-5 September 2015. Menurut Zainuddin, jika kedatangan Al Sisi tidak mungkin ditolak atas dasar hubungan bilateral, ada dua hal yang perlu disampaikan Presiden Jokowi kepada Presiden Al Sisi. Pertama, lanjut Zainuddin, Indonesia perlu mendorong agar Mesir mengedepankan aspek kemanusiaan dan HAM dalam tindakan keamanan dalam negerinya.

Sejak menjadi Presiden Mesir, langkah-langkah keamanan dalam negeri Al Sisi selalu menjadi sorotan dunia kerana banyak melanggar HAM dan demokrasi. Mesir menjadi salah satu rejim paling tidak demokratik di kawasan saat ini.

Kedua, Zainuddin menambahkan, pemerintah Indonesia perlu menyuarakan upaya kemanusiaan terkait masalah Palestina. Salah satunya, mendorong agar Mesir senantiasa membuka Pintu Rafah di perbatasan Mesir-Palestina. “Pemerintah kitamemaksimakan memaksimakan ini untuk menyuarakan aspirasi strategik terkait masalah Palestin. Misalnya, buka Pintu Rafah sepanjang tahun,”tambah anggota pengawas intelijen Komisi I DPR ini. Zainuddin mengapresiasi tindakan Mesir yang membuka Pintu Rafah bagi warga Palestina di Gaza pada 17 Ogos 2015 lalu yang hanya berlaku selama 15 hari untuk tahun ini. Namun Zainuddin berharap, Presiden Jokowi dapat mendorong Al Sisi agar membuka Pintu Rafah sepanjang tahun.

Bagi rakyat Palestina di Gaza, Pintu Rafah menjadi nadi kehidupan mereka. Jika Mesir ingin tidak ada lalu lintas ilegal melalui terowongan, maka menurut Zainuddin, kuncinya adalah membuka sekatan melalui pembukaan Pintu Rafah sepanjang tahun. “Jangan lagi ditutup. Ini sesuai komitmen Presiden Jokowi sendiri yang selalu diucapkan dalam ucapannya untuk mendukung kemanusiaan dan kemerdekaan Palestin,” tegas politisi PKS ini.

Sebagai negara besar dengan kekuatan militer terkuat di Afrika Utara dan Timur Tengah, lanjut Zainuddin, Mesir diharapkan dapat memainkan peranan lebih besar dan strategik lagi bagi kemaslahatan dunia Islam dan kawasan. “Presiden Jokowi sebaiknya melakukan pendekatan tersebut. Pendekatan ini menunjukkan kontribusi Indonesia dalam mendukung ketertiban dunia di kawasan lain, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945,”tambah ahli politik dari daerah pemilihan DKI Jakarta I ini. Pemerintahan Mesir di bawah Jeneral Abdul Fatah al-Sisi cukup kontroversial. Kerana Al Sisi berhasil menjadi presiden Mesir melalui kudeta yang menganulir pemerintahan sebelumnya yang terbentuk secara demokratik. -  sumber

No comments: