Thursday, September 3, 2015

Houthi Terdesak lalu Umumkan Pemerintahan Persatuan Nasional

Armed Houthi followers rally against Saudi-led air strikes in Sanaa June 14, 2015. Houthi forces and their army allies in Yemen seized the capital of a large desert province on the border with Saudi Arabia on Sunday, residents said, an important victory for the group ahead of peace talks in Geneva on Monday. REUTERS/Khaled Abdullah

Semakin dekatnya pasukan koalisi regional Arab dan pejuang Popular Rakyat Yaman ke ibu kota Sana’a, Selasa 2 September 2015 pemberontak Syiah Houthi mengumumkan akan membentuk pemerintahan persatuan nasional dalam beberapa hari akan datang. Dalam sidang mediayang disampaikan Dewan Politik kelompok Syiah Houthi, Hamza al-Huthi, di ibu kota Sana’a mengatakan, “Kelompok-kelompok pembangkang telah sepakat untuk membentuk pemerintaha persatuan nasional dalam 10 hari ini, termasuk Parti Kongres Rakyat yang menjadi mitra pemberontakan kelompok Syiah.”

Hamza al-Huthi melanjutkan, “Pemerintahan berikutnya akan menjadi pemerintah persatuan nasional kerana di isi oleh pelbagai kelompok di Yaman, ditengah kevakuman pemerintah dan dihapusnya konstitusional negara.”

 “Kami memerlukan sejumlah waktu untuk membentuk pemerintahan baru, ini kerana adanya  kepentingan antara masing-masing kelompok di Yaman yang menginginkan adanya reformasi di pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Presiden Hadi. Akan tetapi kini mereka semua mengalah demi menggapai kepentingan nasional,” ujar Hamza al-Huthi di depan wartawan.

Sementara itu sejumlah pengamat politik di Timur Tengah menayatakan bahwa langkah yang diambil pemberontak Syiah Houthi menjelang kekalahan mereka di Yaman adalah sia-sia, terlebih resolusi Dewan Keamanan PBB pada VII dari meminta dikembalikannya kekuasaan kepada presiden yang sah dan penarikan milisi Houthi dan sekutunya dari ibu kota dan provinsi-provinsi lainnya di Yaman. (Dostor/Ram) sumber

No comments: