Saturday, September 19, 2015

Pengganas Kristian PAPUA Terus Buat Hal

Intoleran, umat Kristen Manokwari demo dan pasang spanduk larang pembangunan Masjid

Kaum Muslimin di Papua kembali dizalami dengan aksi intoleran sekelompok penganut agama Kristian. Sebuah sepanduk dipasang oleh sekelompok orang dipercayai dari Kristian di satu sisi bangunan masjid. Spanduk mengatasnamakan umat Kristian Papua Barat itu menolak adanya pembangunan masjid di kota Manokwari yang didakwa sebagai kota injil.

Seruan penolakan itu ditulis dengan huruf kapital berwarna merah dan di sebelah kanan dan kiri ditekkan lambang salib. “PAPUA ADALAH TANAH DAMAI, TOLONG HARGAI DAN MENGERTI KAMI UMAT KRISTEN DI TANAH PAPUA DAN BERHENTI MEMBANGUN PEMBANGUNAN MASJID YANG SEDANG DIBANGUN DI ANDAI DAN JANGAN MENAMBAH PEMBANGUNAN MASJID LAGI DI KOTA INJIL MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT, UMAT KRISTEN,” demikian tulisan dalam sepanduk tersebut.

Ketua Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Pimpinan Pusat Hidayatullah, Mahladi Murni di mana Pondok Pesantren Hidayatullah di Manokwari berdekatan dengan tempat kejadian perkara, mengesahkan adanya sepanduk tersebut.

Masjid yang sedang dibangun di Papua Barat

 “Informasi yang kita terima, ada sejumlah pemuda, sekitar 60 orang sekitar pukul 10.00 WIT, tanggal 17 (September 2015, red.), mendatangi masjid tersebut,” kata Mahladi Murni ketika dihubungi, siar Panjimas.com, Jumaat (18/9/2015). Menurut Pemred Kelompok Media Hidayatullah itu, massa melakukan tunjuk perasaan, menuntut agar pembangunan masjid dihentikan.

“Mereka melakukan demo menuntut supaya pembangunan masjid itu dihentikan, mereka juga meminta sepanduk pembangunan masjid itu diturunkan,” ujarnya. -  sumber

No comments: