Thursday, October 15, 2015

Masjid Dibakar, Jikowi Diam. Gereja Dibakar, Terus Respon!

Ketika ratusan teroris Gereja Injili di Indonesia (GIDI) menyerang umat Islam Tolikara yang sedang menunaikan solat Aidil Fitri lalu, membakar sebuah masjid dan ratusan rumah serta kios milik umat Islam, Jokowi tidak merespon apa pun. Namun berbezareaklsinya ketika masyarakat membakar sebuah gereja ilegal, gereja yang dibina menyalahi peraturan atau tidak mendapat keizinan pembangunan rumah ibadah, di Aceh Singkil kelmarin, Jokowi terus bereaksi melalui twiternya.

Atas tragedi tersebut Presiden Joko Widodo mengeluarkan pernyataan yang disampaikan di jejaring twitter melalui akun @jokowi.

“Hentikan kekerasan di Aceh Singkil. Kekerasan berlatar apapun, apalagi agama dan keyakinan merusak kebhinekaan -Jkw” tulisnya pada Rabu (14/10).

Reaksi ini berbeza ketika terjadi Tragedi Tolikara pada Aidil Fitri 1436 H, Jumaat 17 Julai 2015 lalu. Saat Tragedi Tolikara presiden Jokowi langsung tidak membuat pernyataan di twitter.

Tak ada pernyataan Presiden Jokowi di twitter bahawa pembakaran masjid apalagi saat solat Aidil Fitri adalah merosak keharmonian. Saat itu, Presiden Jokowi hanya menulis ucapan Selamat Aidil Fitri pada malam lebaran (16/7).

“Bangsa yang besar akan selalu menjaga silaturahim demi persatuan. Selamat Idul Fitri 1436 H. Mohon maaf lahir dan batin -Jkw” Itu sahaja.

Tentu saja, kelakuan Jokowi tidak salah. Tapi tidak bijak, dan memperlihatkan siapa dia sesungguhnya, serta ke mana orientasi politik dan prioritinya.  (ts) sumber

No comments: