Sunday, November 15, 2015

Erdogan Kutuk Serangan Maut di PERANCIS

Turkish President Tayyip Erdogan looks on after arriving at Esenboga Airport, in Ankara, on June 8, 2015 after Erdogan's ruling party lost in the June 7 polls its absolute majority in parliament for the first time since coming to power in 2002, delivering a severe blow to President Recep Tayyip Erdogan's ambition to expand his powers. AFP PHOTO / ADEM ALTAN        (Photo credit should read ADEM ALTAN/AFP/Getty Images)

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengucapkan belasungkawa kepada bangsa Perancis setelah serangan maut di Paris yang telah mengorbankan lebih dari 100 orang pada Jumaat (13/11) malam.

Berbicara kepada para pemberita di Antalya menjelang konferens tingkat tinggi G20 di Turki minggu ini, Erdogan berkata:
“Atas nama bangsa Turki dan saya secara peribadi, saya mengucapkan belasungkawa kepada presiden Hollande dan rakyat Perancis dan saya berharap orang-orang yang tercedera dapat segera pulih,” pernyataan Erdogan ini diucapkan hanya beberapa jam setelah terjadinya serangan.

“Turki memahami benar erti keganasan dan kesan-kesannya. Kami dapat memahami duka yang sedang dirasakan Perancis dan kami merasakan rasa sakit yang sekarang dideritai President Hollande dan rakyat Perancis,” sebut Erdogan, seperti disiarkan Daily Sabah.

Erdogan menekankan pentingnya mengambil sikap bersama dalam melawan terorisme untuk mencegah serangan-serangan terror dan menekankan bahawa terorisme tidak mengenal dan memiliki agama, kebangsaan mahupun negara.

Sebelumnya, pada 10 Oktober lalu, ibukota Turki, Ankara, juga digoncang bom yang mengakibatkan 97 orang terbunuh dan 250 orang cedera. Perdana menteri Turki Ahmet Davutoglu juga mengucapkan belasungkawanya kepada Perancis setelah serangan terror tersebut.

“Sasaranserangan yang mengerikan di Paris ini adalah seluruh kemanusiaan dan sebagai orang Turki, kami mengecam dengan keras serangan ini.” Sebut Davutoglu dalam sebuah tweet yang ditulisnya di akaun twitter rasminya @Ahmet_Davutoglu.(ts) sumber

No comments: