Tuesday, November 17, 2015

SINGAPURA Sasaran Pengganas Selepas PERANCIS

singapore

Serangan Negara Islam Iraq dan Syria (ISIS) tak hanya mensasarkan sekutu. Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara juga menjadi sasaran serangan berikutnya. Hal itu terungkap dalam pesan bernada ancaman dalam akaun media sosial yang ditulis minggu ini.

Menurut Harian Strait Times, iSnin (16/11), ada dua negara yang menjadi sasaran serangan berikutnya, yakni Singapura dan Filipina. Selain itu, mereka juga menetapkan Amerika Syarikat (AS) sebagai sasaran paling potensial.

Kemungkinan datangnya serangan yang dilakukan para pendukung ISIS terungkap dari tertangkapnya seorang mahasiswa berusia 19 tahun. Pemuda tersebut mengaku merancang bergabung bersama ISIS di Syria dan bakal melakukan serangan di negeri pulau tersebut.

Analisis dari S Rajaratnam School of International Studies, Jasminder Singh mengatakan, ancaman terhadap Singapura dari kelompok radikal bukan kali ini saja, tahun lalu majalah ekstremis berbahasa Inggeris mensasarkan Phillip Channel dan Sembawang Naval Base disebutkan akan diserang sejumlah militan dari laut.

Ancaman tersebut membuktikan perkembangan ISIS yang sedemikian besar di kawasan Asia Tenggara. ISIS telah membentuk unit tempur bernama Katibah Nusantara yang dibentuk di Syria Ogos lalu. Unit beranggotakan militan Malaysia dan Indonesia, dalam komunikasi mereka juga menggunakan Bahasa Indonesia dan Malaysia dibandingkan Arab.

Jasminder meyakini, sudah ada lebih dari 700 warga Indonesia dan 200 warga Malaysia yang berjihad ke Iraq dan Syria. Sementara, mereka telah membentuk unit tempur yang beranggotakan 30 ribu warga asing dari 90 negara, dan berhasil merebut lima area yang dikuasai etnik Kurdi bulan lalu.

Tak hanya itu, para simpatisan ISIS dari Malaysia juga menggunakan isu lokal dengan membawa undang-undang syariah demi meraih dukungan besar. Bahkan, akhir-akhir ini pendukung via online juga memanggil para pelarian Rohingya di Myanmar untuk pergi berjihad di Syria.

Jasminder mengungkapkan, unit ini dibentuk untuk meraih salah satu gol ISIS dalam mendirikan kekhalifahan di seluruh dunia, dengan memobilisasi para militannya kembali ke negaranya masing-masing dan mendirikan cabang baru di Asia Tenggara.(ts) sumber

SATU UMAT : Mereka nak kata Malaysia dan Indonesia terlibat dengan keganasan le tu :)

No comments: