Tuesday, December 29, 2015

Serangan RUSIA Lebih Daksyat daripada Basyar dan ISIS

Rusia mendakwa bahawa kempen serangan udara yang mereka lakukan di Syria adalah untuk melemahkan ISIS. Namun, fakta menyatakan hal sebaliknya. Warga awam menjadi korban utama kebrutalan Rusia, yang menjadikan Syria sebagai tempat latihan militernya, seperti dikatakan Presiden Vladimir Putin.

Korban awamkembali berjatuhan dalam serangan udara Rusia yang dilakukan di Idlib, Ahad (20/12/2015). Sekitar 70 warga Syria terbunuh sementara puluhan lainnya cedera setelah jet tempur yang dipercayai milik Rusia dan rejim Bashar al-Assad mengebom wilayah tersebut.

“Kami tak pernah dibom seperti ini sebelumnya,” ujar Issa Khaled, warga Ghouta, pinggiran Aleppo, kepada The Guardian sehari pasca serangan, seperti dikutip dari Business Insider.

“Langit di atas kami sama seperti Hiroshima,” tambahnya, merujuk pada peristiwa bom atom yang dijatuhkan Amerika Syarikat di kota Hiroshima pada Perang Dunia II, yang mengorbankan lebih dari 100 ribu warga Jepun. “Selalu ada awan yang tampak seperti jamur (asap hitam yang timbul usai roket menghentam sasaran) ke manapun kami melihat. Kerosakan yang terjadi sangat teruk.”

Rusia menjadikan penembakan jatuh jet tempurnya oleh Turki sebagai alasan untuk meningkatkan intensitas serangan di wilayah utara Syria, dekat perbatasan Turki.

Penyerbuan yang dilakukan Rusia di Syria menciptakan “krisis kemanusiaan yang nyata”.

“Kami mengamati bahawa jumlah korban awam telah meningkat secara drastik. Semakin banyak orang yang menjadi korban kerana intensiti serangan jauh lebih besar dari sebelumnya,” kata Rae McGrath, direktur badan amal Mercy Corps untuk wilayah Turki dan Syria Utara, kepada The Washington Post.

“Jet tempur Bashar tak pernah mengebomkami seperti Rusia,” ujar seorang doktor di Idlib kepada The Guardian. “ISIS juga tidak pernah memburu kami seperti ini.”(ts) sumber

No comments: