Friday, January 1, 2016

Banda Aceh Bersih daripada Sebarang Sambutan Tahun Baru

Banda Aceh bersih dari perayaan tahun baru

Mantap, Kota Banda Aceh steril alias bersih dari hingar bingar dan hura-hura tanpa makna malam pergantian tahun. Suasana kota malam tadi berlangsung seperti malam-malam biasa; Tak ada sebarang perhimpunan, pesta bunga api atau pentasan jelang detik-detik masuknya tahun baru 2016. Alhamdulilahi Rabil ‘Alamin.

 Adalah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat telah membuat imbauan yang melarang segala bentuk kegiatan perayaan pergantian tahun. Memetik Okezone, di sekitar Jambatan Pante Pirak hingga Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Jumaat (1/1/2016) pukul 00.00 wib, tak ada perkumpulan massa. Padahal lokasi ini tahun-tahun sebelumnya jadi pusat konsentrasi warga saat menyambut tahun baru.

Kali ini tak ada satupun pentasan menyalak di lokasi ini. Warga yang melintas dengan kenderaan memang ramai saat memasuki detik pergantian tahun, tapi mereka hanya melintas begitu saja. Sejumlah pegawai keselamatan gabungan Satpol PP, polisi syariah, polri, TNI, petugas Dishub, sukarelawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang berjaga-jaga di lokasi itu, melarang pemandu berhenti. Beberapa warung kopi yang dianggap berpotensi dijadikan tempat kumpul massa untuk perayaan tahun baru, juga diminta tutup lebih awal malam tadi.

Di Simpang Lima, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, Kapolresta Banda Aceh Kombes Zulkifli, Ketua DPRK Arif Fadhilah terlihat memantau aktivititi warga. Seunit kereta bomba siaga di lokasi. Sementara melalui pembesar suara, petugas mengimbau agar masyarakat yang masih di jalan agar kembali ke rumah, dan tak merayakan tahun baru Masehi, karena dinilai bertentangan dengan syariat Islam.

“Bagi warga jajaran Banda Aceh untuk kembali ke rumahnya masing-masing, bukan kita merayakan tahun baru, apalagi daerah kita ini daerah syariat Islam. Lebih baik kita berzikir sahaja di rumah,” kata petugas itu berulang kali. Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal bersyukur tidak ada perayaan tahun baru 2016 di kotanya. “Kita patut bersyukur kepada Allah, Insya Allah, Allah akan redha dengan apa yang sudah kita lakukan,” ujarnya, lansir Okezone.

Kapolresta Kombes Zulkifli menilai, larangan perayaan tahun baru 2016 di Banda Aceh lebih berhasil dibanding sebelumnya. “Ini lebih baik dari tahun lalu,” ujarnya. Sementara Kapolda Aceh mengatakan, sebenarnya tak ada yang harus dijaga saat pergantian tahun di Aceh. Namun rondaa rutin tetap saja dilakukan untuk memantau kondisi massa di semua daerah di Aceh. “Tak ada perayaan tahun baru di Aceh, jadi tak ada yang harus dirayakan. Semuanya kita imbau untuk pulang ke rumah masing-masing, pergantian tahun ini seperti biasa saja, tak ada yang harus dirayakan,” kata Kapolda Aceh, lasnsir Serambinews. Kapolda Aceh melakukan rondaan di kawasan Simpang Lima bersama Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin, Kaporesta Kombes Pol Zulkifli, dan sejumlah lainnya.  sumber

No comments: