Thursday, January 14, 2016

Perang di IRAQ dan SYRIA Dijangka Lebih 20 Tahun

ISIS junior 3

Mantan pengarah badan intelejen Amerika Syarikat “CIA”, Michael Morrell, menyatakan bahawa perang koalisi internasional melawan organisasi Negara Islam dan kelompok mujahidin lainnya di Iraq dan Syria akan berlanjut hingga 10-20 tahun akan datang.

Prediksi ini dikatakan Michael Morrell dalam majlis dengan Komite Angkatan Bersenjata di Parlimen AS pada hari Selasa (12/01) lalu.

“Saya tidak dapat memberikan kepastian bila perang melawan mereka akan berakhir, akan tetapi menurut pendapat saya mungkin perang ini akan memakan waktu hingga 10, 15, atau 20 tahun akan datang,” ujar Michael Morrell.

Michael Morrell melanjutkan, “Tentunya kita ingat bagaimana keberadaan kita di Korea Selatan untuk memastikan memastikan kestabilan keamanan di wilayah semenanjung Korea,” mengacu kepada kehadiran tentera AS di sana sejak awal tahun 1950.

Tidak hanya Amerika Syarikat dengan koalisi 60 negara turut berperang melawan Negara Islam dan kelompok mujahidin di Iraq dan Syria. Tercatat sejak 30 September 2015 Rusia pun ikut turun campur tangan membantu koalisi Syiah Iran-Hizbullah dalam menghadapi tekad jihad mujahidin di kawasan Timur Tengah.

Perlu diingat bahwa AS dan sekutunya tidak ingin sebuah wilayah dan negara dipimpin oleh kelompok mujahidin moderat. (Sputnikarabic/Ram) sumber

No comments: