Wednesday, August 31, 2016

Isu Bom Klorin - RUSIA Pertahan Assad

Sidang Dewan Keamanan PBB kembali menemui kebuntuan untuk menjatuhkan sanksi penggunaan senjata kimia kepada rejim Syiah Assad, setelah Rusia menggunakan hak veto kerana meragukan bukti terkait penemuan penggunaan bom klorin di wilayah Idlib.

Dalam sidang DK PBB yang diadakan di pejabat misi Rusia di bangunan PBB, New York, Amerika Syarikat pada hari Selasa (30/08) lalu, delegasi Rusia Vitaly Churkin mengatakan, “Benar telah terjadi asap klorin, akan tetapi apakah ada cap jari yang ditemukan dalam bom tersebut? Lalu siapa yang akan memberlakukan sanksi? Laporan ini tidak berisi nama-nama dan fakta-fakta tertentu.”

Menurut Vitaly Churkin, terlalu awal bagi DK PBB untuk membahas pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan yang dikeluarkan bulan September 2013, yang memungkinkan sanksi militer terhadap rejim Assad jika kembali menggunakan senjata kimia sesuai dengan Bab VII Piagam PBB.

Penemuan bukti penggunaan zat kimia klorin dalam 2 serangan udara di kota Talmenes pada 21 April 2014 dan Sarmin pada 16 Mac 2015 dalam laporan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) PBB yang dikeluarkan pada hari Rabu (24/08) menjadi dasar Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sidang membahas pemberlakuan sanksi terhadap rejim Syiah Assad.

Perlu diketahui bahawa sidang Dewan Keamanan PBB sering kali menjadi ajang pertarungan dingin antara Amerika Syarikat dan Rusia terkait hegemoni kedua negara di dunia internasional. (Bbcarabic/Ram) sumber

No comments: