Friday, August 26, 2016

LIBYA Mohon Bantuan AS Perangi Penentang

Black smoke billows across the sky after a petrol depot was set ablaze during clashes between rival militias near Tripoli's international airport, on the outskirts of the capital, on August 13, 2014. Since mid-July, the country has been rocked by deadly inter-militia fighting for control of key facilities including Tripoli's international airport. Benghazi in the east, Libya's second city, has also seen battles between Islamists and the forces of a renegade general. AFP PHOTO/STR        (Photo credit should read -/AFP/Getty Images)

Pada Ogos 2016, untuk pertama kalinya pesawat tempur Amerika ikut ambil bahagian dalam misi perebutan kota Sirte dari tangan penentang Libya. Dalam keterangan rasminya pemerintah AS menjelaskan bahawa serangan udara ke kota Sirte adalah permintaan rasmi dari Pemerintah Rekonsiliasi Nasional dibawah PM Fayez Al Sarraj.

Perlu diingat bahwa konflik bersenjata di Libya bermula ketika Mejar Jeneral Khalifa Haftar yang memegang posisi tinggi dalam pasukan anti-Gaddafi pada perang revolusi tahun 2011 melancarkan perang melawan dewan transisi GNC (Kongres Nasional Umum) 2012, setelah dewan transisi dikuasai oleh majoriti kelompok mujahidin Islam.

Selain mendapat dukungan dari pemerintah kudeta Mesir, Haftar juga meminta Barat untuk membantu merebut kekuasaan dan merubah persepsi dunia internasional dengan menyebut mujahidin Libya sebagai kelompok teroris Negara Islam. (Aljazeera/Ram) sumber

No comments: