Tuesday, December 6, 2016

Gencatan di SYRIA - CHINA dan RUSIA Guna Veto

Rusia dan Cina sekali lagi membatalkan rancangan resolusi gencatan senjata damai di kota Aleppo, Syria, setelah pada hari Isnin (5/12) kelmarin menggunakan hak veto menolak rancangan resolusi gencatan senjata yang diajukan New Zealand, Sepanyol dan Mesir.

Ini adalah keenam kalinya Rusia dan kelima kalinya bagi Cina menentang resolusi Dewan Keamanan PBB terkait konflik bersenjata di Syria dari 12 rancangan resolusi yang sejak 2012 hingga tahun 2016 untuk kepentingan rejim Syiah Bashar al-Assad.

Selain Rusia dan Cina, Venezuela yang menjadi anggota tidak tetap DK PBB mendukung penolakan kedua negara komunis tersebut. Sedangkan Angola abstain, dan bakinya sebanyak 11 negara mendukung resolusi gencatan senjata kemanusiaan selama 7 hari di kota Aleppo.

Sebenarnya pihak Rusia merancang untuk menunda pemungutan suara rancangan resolusi ke 12 terkait konflik di Syria hingga hari Selasa (6/12) ini, di mana Moscow berniat melakukan pertemuan dengan Washington di Geneva, Swiss, membahas penarikan mundur mujahidin Syria dari timur Aleppo.

Tercatat hingga akhir minggu lpas tentara Syiah Bashar al-Assad dan sekutunya telah berhasil menguasai 70% dari lingkungan timur Aleppo. Sekitar 100 ribu orang lebih dilaporkan terjebak akibat blokade kemanusiaan yang dilakukan tentara rejim. (Bbcarabic/Ram) sumber

No comments: