Sunday, July 17, 2016

Heli Pemberontak TURKI Lari ke GREECE

Sekelompok tentera Turki yang dipercayai terlibat dalam kudeta militer yang berakhir dengan kegagalan dikhabarkan terbang menuju Greece dengan menggunakan helikopter. Mereka dilaporkan memohon suaka ke negara itu.

Petugas keamanan Greece telah menangkap lapan orang di atas helikopter militer Turki yang mendarat di kota sebelah utara Alexandroupolis, Sabtu (16/7/2016) siang. “Mereka telah meminta suaka politik,” demikian yang dikatakan kementerian polisi negara itu, seperti dipetik dari laman Express.

Televisyen pemerintah Greece, ERT menurunkan laporan yang menyatakan tentera yang tiba di negara itu kemungkinan telah terlibat dalam aksi pemberontakan militer.

Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Turki telah memposting pernyataan di Twitter yang mengatakan dia telah menghubungi Greece dan meminta negara itu untuk mengembalikan tentera Turki tersebut.

Seperti diketahui, pada Jumaat atau Sabtu dini hari, sekelompok tentera Turki melakukan kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Recep Tayyep Erdogan. Mereka menilai, pemerintahan saat ini telah meninggalkan nilai-nilai sekular yang telah lama dijalankan oleh Turki.(ts/sn) sumber

AS Cuba Tumbangkan Erdogan

15 Julai 2016, ketika tentera-tentera Pengkhianat sudah mulai beraksi, Kedutaan Besar Amerika di Ankara langsung mengeluarkan pernyataan bahawa aksi people power malam ini adalah “Turkish Uprising” (Pemberontakan Rakyat Turki atau Intifadhah rakyat Turki).

Tapi sejurus selepas kudeta benar-benar gagal, Amerika langsung menarik kenyataannya. Bahkan Obama terus mengatakan: “Rakyat mesti mendukung pemerintahan yang sah”! ‪

Bahkan bukan cuma Obama yang berkicau, Ban Ki-Moon pun tak mahu kalah, dengan tanpa malu dia berkata: “PBB menolak usaha kudeta militer di Turki”.

Jangan tanyakan kenapa waktu Kudeta berdarah di Mesir, Ban Ki-Moon mendiamkan diri.
Jangan heran dengan kepicikan dan kelicikan Amerika. Saya YAKIN salah satu cita-cita Obama yang belum tercapai adalah menjatuhkan Erdogan.

Bahkan mantan pegawai Pentagon, Michael Robin, pada 24 Mac 2016 sudah membuat “permaidani merah” untuk laluan kudeta di Turki melalui tulisan di majalah ternama NEWSWEEK dengan judul “Will There Be a Coup Against Erdogan in Turkey?

Mantan pegawai Pentagon ini mengopinikan dunia mesti menerima kudeta untuk kebaikan Turki. (http://www.newsweek.com/will-there-be-coup-against-erdogan-turkey-439181)

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, dalam pernyataan beliau hari ini dengan tegas mengatakan: “Kami minta agar Amerika mahu menyerahkan Gulen kepada kami!”

Fethullah Gulen (75), diduga master mind kudeta di Turki, tinggal di AS.

Binali Yildirim menegaskan bahawa Turki menganggap negaranya berperang dengan negara yang melindungi Fethullah Gulen.

“Setiap negara yang melindungi Fethullah Gulen akan menjadi musuh bagi Turki,” kata Yildirin, Sabtu (16/7), dikutip Daily Express.

Kerana Amerika bukan negara yang menjunjung tinggi Demokrasi maka mustahil Amerika mahu menyerahkan Gulen kepada Turki.

sumber

Saturday, July 16, 2016

Video-video Cubaan Kudeta di TURKI

Pembangkang TURKI Turut Kutuk Cubaan Kudeta

Ketua Parti Nasionalis Turki (MHP) Devlet Bahceli menghubungi Perdana Menteri Turki Binali Yildirim melalui telefon pada hari Jumaat dan menegaskan bahawa usaha kudeta tidak dapat diterima oleh akal sihat. Bahceli mengatakan, walau bertentangan pandangan dalam beberapa ehwal politik, pihaknya mendukung pemerintahan yang sah yang terpilih secara demokratik.

Dalam keterangan bertulisnya, Bahceli juga mengatakan bahawa cubaan kudeta merupakan kesalahan besar dan anti demokrasi.

Selain itu,pembangkang utama pemerintahan Erdogan, Ketua Republik Rakyat Partai (CHP), Kemal Kilicdaroglu, mengatakan pada hari Sabtu bahawa rakyat mesti bersatu melawan cubaan kudeta terhadap pemimpin yang sah.

Berbicara kepada saluran berita swasta Turki NTV, Kilicidaroglu mengatakan hal itu, “Rakyat Turki mesti bersatu melawan tindakan anti demokrasi dalam bentuk apa pun!”

“Jadi, siapapun yang melakukan, di mana pun ia datang, kita mesti mengambil sikap bersama terhadap kudeta seperti yang kita mengambil sikap bersama melawan terorisme” tambahnya.(ts/anadolu) sumber

Erdogan Berikrar Hukum Pelaku2 Kudeta

“Pelaku kudeta akan membayar atas kekacauan yang mereka timbulkan, rakyat Turki akan tegakkan undang-undang dan keadilan yang kuat!” demikian Presiden Recep Tayyip Erdogan, Sabtu (16/7)

”Itu merupakan gerakan makar dan pemberontakan. Biarkan saya memberitahu anda bahawa mereka akan membayar harga yang sangat berat kerana pengkhianatan ini, ” kata Erdogan jaringan TV saat siaran langsung dari Istanbul Ataturk Airport.

”Ada pemerintahan yang berkuasa dan presiden berkuasa dipilih oleh rakyat. Kami bertugas dan kami akan terus melakukan tugas kita sampai akhir, ” kata Erdogan, meyakinkan rakyatnya yang mencintainya.

Erdogan mengatakan sebelumnya bahawa sebuah kelompok kecil dalam militer Turki melancarkan cubaan kudeta militer, bertindak secara ilegal dan keluar dari rantai komando.

Presiden juga memperingatkan sebahagian kecil tentera yang mengambil bahagian dalam usaha penggulingannya. ‘

(ts/anadolu) sumber

Azan Masjid TURKI Berperanan Penting Gagalkan Kudeta

Sekelompok kecil Militer Turki secara rasmi mendeklarasikan kudeta pada Jumaat (15/7) malam dan mengatakan telah ‘mengambil alih negara. Mereka juga menutup Jambatan Bosphorus yang menghubungkan daratan Asia dan Eropah serta menutup lapangan terbang antarabangsa Ataturk di Istanbul.

Presiden Erdogan telah menyerukan warga untuk turun ke jalan-jalan untuk menunjukkan dukungan bagi pemerintah setelah militer mengatakan mereka merebut kawalan penuh dari negara.

Recep Tayyip Erdogan, berbicara kepada CNN-Turk melalui FaceTime, menyebut tindakan militer sebagai “usaha pada pemberontakan oleh minoriti dalam angkatan bersenjata kita.”

Pejabat presiden menolak untuk mengungkapkan keberadaan Erdogan, mengatakan dia berada di lokasi yang selamat. Erdogan mengatakan “Saya tidak percaya usaha kudeta ini akan berhasil.”

Sabtu pukul 01.45 dinihari, dari masjid-masjid Turki mengumandangkan azan untuk membangunkan orang, menyerukan turun ke jalan mendukung Erdogan.

Azan memang bukan saja berfungsi untuk panggilan solat, di zaman Rasulullah SAW, azan juga difungsikan untuk memanggil orang berkumpul saat mau pergi berperang.

Dilaporkan ratusan ribu warga Turki bergegas turun ke jalan-jalan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah Erdogan sekaligus menolak keras usaha kudeta.

Terkini, kesatuan polisi Turki telah berhasil menangkap sebahagian besar tentara Turki yang melakukan cubaan kudeta.

Komandan First Army (Angkatan Darat Pertama) Umit Dundar mengatakan bahawa komplotan-kudeta mewakili minoriti kecil di Angkatan Darat Pertama. “Tidak ada yang perlu dikhuatirkan. Kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan tentera yang belum bergabung dengan mereka dan masih bertindak dalam rantai komando.”(ts/portalpiyungan) sumber

Erdogan Tampil di Istanbul Setelah Reda Usaha Kudeta

ISTANBUL 16 Julai - Presiden Turki, Tayyip Erdogan muncul dalam kalangan peyokongnya di Lapangan Terbang Ataturk di Istambul awal Sabtu selepas apa yang disifatkan oleh pegawai sebagai cubaan rampasan kuasa oleh segelintir pasukan bersenjata, seperti yang disiarkan Stesen NTV.

Sementara itu, FOX TV Turki menyiarkan rakaman Tayyib Erdogan berucap awal malam tadi, menyatakan rampasan kuasa itu adalah cubaan menentang perpaduan dan kesatuan rakyat negara itu tetapi tiada kuasa yang boleh mengatasi kehendak negara.-REUTERS - sumber

Pasukan Elit Tentera TURKI Kembali Kuasai Stesen Tv

Kudeta yang dilakukan salah satu faksi militer di Turki gagal. Pasukan militer yang pro pemerintah sudah menguasai kembali beberapa lokasi penting. Mulai dari bangunna parlimen sampai stesen TV.
Kudeta ini menurut reuters, Sabtu (16/7/2016) tidak direstui petinggi militer Turki. Bahkan, pasukan khusus militer Turki langsung mengambil tindakan. Mereka menyerbu stesen TV yang sempat dikuasai faksi militer pelaku kudeta. TV sudah kembali dikuasai.

Tak hanya sampai di situ di jalanan di Kota Istanbul dan Ankara, seperti dilihat dalam tayangan Aljazeera, beberapa pasukan tentera pelaku kudeta ditangkap dan dibawa lelaki bersenjata.

AFP juga menyiarkan penyataan pemerintah Turki. Ibu Kota Ankara dan juga Kota Istanbul sudah kembali dikuasai pemerintah Erdogan. Presiden Turki itu juga sudah mengerahkan pendukungnya untuk turun ke jalan dan menentang kudeta. Seruan Erdogan disambut dengan menyemutnya ribuan massa di beberapa lokasi seperti di Taksim Square di Istanbul.

Kudeta ini memang hanya terjadi beberapa jam saja. Kudeta tidak didukung militer sepenuhnya. Angkatan Darat dan Angkatan Laut Turki yang merupakan kekuatan penting, tidak sepenuhnya berada di faksi militer yang melakukan kudeta.

Seperti pernyataan dari Komandan pasukan khusus Militer Turki, Jenderal Zekai Aksakalli yang menegaskan tidak merestui kudeta terhadap pemerintah. Dalam pernyatan General Zekai di dalam siaran radio NTV, ia menambahkan kudeta tidak akan berhasil dan pasukan khususnya bersama masyarakat. Situasi Turki kini perlahan normal pasca kudeta.(ts/dtk) sumber

Puak Gulen Disyaki Dalang Kudeta di TURKI

Kelompok Gulen disyaki menjadi pencetus di sebalik kudeta militer Turki untuk menggulingkan Pemerintahan Presiden Reccep Tayyip Erdogan.

The Guardian melaporkan, seorang sumber di lingkaran Presiden Reccep Tayyip Erdogan menyampaikan kepada media di London, Britain, tentang kelompok Gulen yang menginfiltrasi militer dan melakukan serangkain kegiatan yang dilarang oleh yang pemerintahan sah saat ini.

“Ada beberapa Gulenis (anggota kelompok gulen) terkenal yang mengisyaratkan pemberontakan dalam beberapa bulan terakhir,” demikian kata sumber tersebut, Sabtu (16/7).

Meski demikian, belum ada pernyataan rasmi dari pemerintahan di Ankara, soal siapa dalang di sebalik aksi militer yang saat ini sedang menguasai ibu kota untuk menggulingkan Pemerintahan Perdana Menteri Binali Yildirim dan Presiden Erdogan.

Akhir Mei lalu, Presiden Erdogan menyatakan kelompok Gulen sebagai faksi politik ilegal. Bahkan, dikatakan presiden dari Parti Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) itu, kelompok Gulen merupakan bahagian dari aksi terorisme di negara itu.

Turki rasmi melarang dan menyatakan anggota Gulen sebagai kelompok terorisme. Kelompok Gulen diketahui berbasis di Washington, Amerika Syarikat (AS) namun kerap melakukan aktiviti politik di Turki.

Kelompok tersebut dikuasai oleh seorang agamawan bernama Fethullah Gulen yang saat ini mendapat perlindungan dari Rumah Putih. Pemerintah Turki beberapa kali mendesak agar Washington mengekstradisi Gulen untuk diadili dipengadilan, tapi permintaan tersebut kerap ditentang oleh ‘Pakcik Sam’.(ts/rol) sumber

Tembakan Tank dan Bom di Bangunan Parlimen TURKI

Gedung Parlemen di Ankara, Turki, dibom. Belum diketahui ada atau tidaknya korban jiwa akibat peristiwa ini.

Sebagaimana disiarkan AFP, Sabtu (16/7/2016), pejabat berita rasmi Turki menyebut bangunan Parlimen itu dibom.

Sementara itu, Huriyet Daily News yang memetik pejabat berita Turki Anadolu, menyebut bom itu diledakkan oleh pihak yang cuba melancarkan kudeta.

Menurut Reuters, ada pula tank yang melepaskan tembakan di sekitar bangunan parlimen di Ankara.
Tembakan juga terdengar di Lapangan Terbang Ataturk di Istanbul. Disebut pula, pengkudeta membunuh 17 polis dalam sebuah serangan di Gölbaşı Special Forces Department di Ankara.(Hr/reu) sumber

Kudeta di TURKI Berjaya Diredakan

Kudeta yang dilakukan faksi dalam tubuh militer Turki gagal sehingga pemerintah kembali menguasai negara. Situasi terkini di Turki, suara tembakan dan deru mesin jet tempur kian mereda.

“Situasi sudah mulai terkawal kembali, yang tadinya banyak suara tembakan dan manuver jet tempur sekarang sudah mulai mereda,” kata Staf Fungsi Politik KBRI di Ankara, Turki, Alamsyah ketika dihubungi detikcom, Sabtu, (16/7/2016) pukul 08.10 WIB.

Saat kudeta berlangsung, Presiden Turki Erdogan sempat menganjurkan warganya untuk menentang kudeta dengan cara memenuhi jalan raya. Hingga kini, masih terdapat warga Turki di jalan raya, terutama di Ankara dan Istanbul.
“Masyarakat masih ada di luar, umumnya terjadi di kota Ankara dan Istanbul. Masyarakat yang keluar untuk menentang usaha kudeta dan itu adalah sesuai dengan anjuran Presiden Erdogan,” ujar Alamsyah.

Alamsyah menceritakan, kudeta yang dilakukan militer terjadi sekitar pukul 10 malam, waktu setempat. Saat terjadi kudeta, terdapat beberapa ledakan di beberapa tempat. Namun, hingga kini belum ada informasi adanya WNI yang menjadi korban dalam insiden ini.
 .(ts/detik) sumber

Monday, July 11, 2016

Nasionalis MYANMAR Desak Rohinya Dipanggil Benggali

YANGON: Golongan nasionalis Myanmar mengadakan tunjuk perasaan pada Ahad bagi mendesak kerajaan menggunakan perkataan 'Benggali' untuk merujuk komuniti Islam Rohingya di negara itu. Istilah itu, yang digunakan pentadbiran terdahulu, dianggap menghina oleh sesetengah pihak. Kaunselor negara, Aung San Suu Kyi, sebelum ini mencadangkan rakyat Myanmar mengelak menggunakan istilah seperti 'Rohingya' atau 'Benggali' bagi menggambarkan komuniti itu sebaliknya merujuk mereka sebagai 'penduduk Islam yang tinggal di negeri Rakhine.'

Beliau turut melarang pegawai menggunakan dua istilah berkenaan untuk merujuk kumpulan minoriti itu ketika lawatan oleh wakil khas Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB). Bantahan itu adalah satu satu daripada banyak tindakan serupa dilakukan golongan nasionalis, yang bimbang penduduk Rohingya mengambil alih negeri itu, mengancam meneruskan tunjuk perasaan jika kerajaan tidak mengubah terminologi mereka. Demonstrasi serupa diadakan hujung minggu lalu di Rakhine dan satu lagi dijangka dilakukan di Yangon minggu depan.

"Kerajaan Aung San Suu Kyi mesti membuat kenyataan umum memberitahu kerajaan akan mendengar kehendak rakyat. "Kami membantu kerajaan, kami tidak menyebabkan masalah dan konflik," kata presiden Rangkaian Kebangsaan Myanmar, Win Ko Ko Latt. Kumpulan hak asasi manusia mengecam Myanmar kerana layanan buruk ke atas komuniti Rohingya. Kira-kira 1.5 juta penduduk Rohingya tinggal di negeri Rakhine dan dianggap pendatang haram, berhadapan sekatan pergerakan dan cuma dibenarkan menduduki kawasan tertentu yang kurang penjagaan kesihatan dan pendidikan. - AGENSI  sumber

Kuliah Dr Haron Din - Bertemu Rasulullah saw

Saintis RUSIA Temui Katak Mutan Lut Sinar

MOSCOW 9 Julai – Saintis di Rusia menemukan spesies katak mutan yang mempunyai kulit lut sinar yang bukan sahaja menampakkan organ dalaman dan rangka malah degupan jantung haiwan itu. Mail Online melaporkan, kumpulan saintis berjaya menangkap sebanyak 60 ekor katak mutan itu di bandar Krasnouralsk yang terletak di wilayah Tyumen Oblast, tengah Rusia.

 Selain mempunyai kulit lut sinar, ada di antara katak itu mempunyai tambahan kaki atau ketumbuhan tidak normal. Ketua Zoologi Institut Sains Semulajadi Universiti Daerah Persekutuan Ural, Vladimir Vershinin berkata, katak lut sinar itu mengalami masalah pewarnaan kulit.

 “Matanya berwarna hitam dan organ dalaman dapat dilihat malah anda dapat melihat de­gupan jantung katak berkenaan,” katanya. Beliau turut mendakwa pencemaran alam sekitar menjadi punca berlakunya ‘gejala’ mutan tersebut. Vershinin menjelaskan, telur katak itu juga tidak mempunyai selaput untuk melindungi daripada persekitaran yang tercemar.

 “Kami menjalankan kajian berhampiran kawasan Krasnouralsk tetapi kami tidak pernah menemukan katak mutan sebelum ini,” katanya. Sementara itu, saintis kini sedang menjalankan ujian ke atas katak mutan itu bagi mengenal pasti punca kejadian. Namu, fenomena ganjil tersebut dipercayai berpunca akibat pencemaran dari sebuah kilang kimia terbiar di wilayah ber­kenaan. - sumber

Anak Osama Laden Ugut Balas Dendam

DUBAI, 10 Julai – Salah seorang anak lelaki bekas pemimpin rangkaian militan al-Qaeda, Osama bin Laden mengugut akan membalas dendam terhadap tindakan Amerika Syarikat (AS) membunuh bapanya, demikian menurut mesej audio yang dipos melalui dalam talian. Hamza bin Laden berjanji akan meneruskan perjuangan rangkaian militan itu untuk menentang AS dan sekutunya, dalam ucapan selama 21 minit bertajuk “Kita Semua Adalah Osama” (We Are All Osama), menurut Kumpulan Perisikan SITE.

 “Kami akan meneruskan serangan dan sasaran ke atas kamu di negara kamu dan di luar negara, sebagai tindakan balas terhadap penindasan kamu ke atas penduduk Palestin, Afghanistan, Syria, Iraq, Yemen, Somalia dan di bumi Islam lain yang tidak terlepas daripada penindasan kamu.

“Tindakan balas dendam bagi pihak negara Islam dan Sheikh Osama, semoga Allah mencucuri rahmat ke atasnya, ia bukan tindakan membalas dendam bagi membela Osama sebagai seorang individu, tetapi tindakan bagi membela mereka yang mempertahankan Islam,” kata Hamza.

 Osama bin Laden dibunuh di kawasan persembunyiannya di Abbottabad di Pakistan oleh komando AS pada 2011, sekali gus melumpuhkan rangkaian militan itu yang didakwa bertanggungjawab melancarkan serangan 11 September, 2001. Dokumen-dokumen yang ditemui di tempat persembunyian Osama dan diterbitkan oleh AS pada tahun lalu didakwa menyatakan bahawa pembantu-pembantunya cuba menyatukan semula pemimpin rangkaian militan itu dengan Hamza, yang telah diletakkan di bawah tahanan di rumah di Iran. Hamza, kini berusia dalam pertengahan 20-an, berada di sisi bapanya di Afghanistan sebelum serangan 9/11 dan menghabiskan masa bersama Osama di Pakistan selepas penaklukan AS di Afghanistan, menurut Institut Brookings. Hamza diketengahkan oleh pemimpin baharu al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri melalui satu mesej audio pada tahun lepas. – REUTERS  sumber

Tuesday, July 5, 2016

Serangan Bom di Madinah, 3 Terkorban

Serangan bom bunuh diri terjadi di dekat Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Dua orang petugas keamanan Masjid Nabawi meninggal akibat peristiwa ini.

Disiarkan Reuters, Selasa (5/7/2016), menurut televisyen al-Arabiya, selain dua petugas keamanan Masjid Nabawi, satu orang pengebom bunuh diri juga maut dalam peristiwa yang terjadi pada Isnin (4/7) senja Arab Saudi.

Ledakan ini terjadi di dekat markas petugas keamanan Masjid Nabawi. Pengebom bunuh diri meledakkan bom saat para petugas sedang berbuka puasa.

Ledakan di dekat Masjid Madinah ini diikuti ledakan lainnya di Qatif dan Jeddah. (kh/Rts) sumber

Sunday, July 3, 2016

IRAQ - 18 Maut, 45 Cedera, Letupan Bom Kereta

BAGHDAD: Sekurang-kurangnya 18 orang terbunuh dan 45 lagi cedera dalam satu letupan bom kereta di pusat bandar Baghdad. Menurut polis Iraq dan pegawai, letupan itu menggegarkan daerah Karada di bandar ini di luar sebuah restoran tempatan awal pagi tadi.

Setakat ini tiada kumpulan yang mengaku bertanggungjawab ke atas serangan itu tetapi militan IS biasanya menyasarkan kedudukan tentera dan orang awam. Sering berdepan operasi tentera ke atas kubu kuat utamanya di Iraq, militan IS sering menyasarkan pelbagai kawasan di Baghdad, terutamanya yang dihuni oleh penduduk Syiah bagi melemahkan usaha kerajaan bagi mengekalkan keselamatan. B

aghdad menjadi lokasi sasaran siri kejadian pengeboman yang didakwa dilakukan IS bulan lalu apabila hampir 200 orang terkorban di dan berhampiran bandar dalam tempoh hanya seminggu. - Agensi sumber

Kuliah Ustaz Akhil Hayy - Dakwah Sentap

TURKI Ganti BRITAIN dalam EU?

BRUSSELS: Kesatuan Eropah (EU) membuka lembaran rundingan baharu dengan Turki, semalam selepas sejak sekian lama Ankara mahu menyertai blok negara Eropah itu. Perkembangan itu berlaku selepas Britain mengundi untuk keluar EU. Keputusan itu adalah sebahagian daripada perjanjian pertukaran pendatang EU-Turki, yang menyaksikan Eropah bersetuju menambah dana bantuan kepada Ankara untuk menampung berjuta-juta pelarian di wilayahnya, selain mempercepatkan liberalisasi visa kedua-dua pihak.

 Negara majoriti umat Islam itu secara rasmi melancarkan rundingan untuk menyertai EU sejak 2005. Sejak itu, Eropah sudah membincangkan 15 daripada 35 syarat untuk menyertai blok itu, namun hanya satu syarat sahaja dipersetujui. Dalam pada itu, golongan pro-Brexit menjangkakan percubaan Turki menyertai EU akan menimbulkan masalah besar kerana negara itu bakal menjadi sumber pendatang amat besar kepada blok itu, pada masa depan. Menteri Luar Belanda, Bert Koenders, berkata semua negara ahli EU bersetuju untuk membuka bahagian rundingan baharu ini membabitkan aspek kewangan dan belanjawan.

"Kami menekankan kepentingan hubungan Turki-EU, kedua-dua pihak boleh bekerjasama dalam pelbagai perkara termasuk isu pendatang," katanya selepas mempengerusikan mesyuarat dengan rakan sejawatnya dari Turki, Mevlut Cavusoglu. Keputusan mempercepatkan rundingan penyertaan Ankara dalam EU itu adalah sebahagian daripada persetujuan kedua-dua pihak, pada Mac lalu sebagai balasan kepada kesediaan Turki membantu mengawal pengaliran pendatang besar-besaran, kebanyakannya mereka yang melarikan diri daripada perang di Syria. - AFP  sumber

PALESTIN - Serangan Jet Pejuang pada Malam 27 Ramadhan

Dalam kekhusyukan umat Islam Palestin di Jalur Gaza pada malam 27 Ramadhan 1437 Hijriyah, Sabtu (02/07) awal pagi sejumlah pesawat penjajah Zionis Israel kembali mengebom wilayah Jalur Gaza.

Seperti disiarkan koresponden Rassd menyatakan bahawa serangan dilancarkan militer Yahudi sebagai balasan atas pelancaran roket pejuang Palestin ke wilayah selatan Zionis Israel pada Jumaat (01/07) malam.

Sejumlah laman militer di di Kota Gaza dan kilang peleburan logam di Zeitoun kawasan timur dilaporkan menjadi sasaran serangan pesawat militer Zionis Israel.

Sementara itu Departemen Kesihatan Palestin ke Jalur Gaza dalam laporannya pada Sabtu pagi menyatakan tidak ada korban cedera dari serangan Zionis Israel. (Skynewsarabia/Ram) sumber

Saturday, July 2, 2016

SAUDI Perkenal Gelang Elektronik untuk Jemaah Haji

RIYADH 1 Julai – Arab Saudi memperkenalkan pemakaian gelang elektronik kepada jemaah haji tahun ini sebagai langkah keselamatan bagi memantau pergerakan kumpulan itu. Perkara tersebut susulan beberapa tragedi berdarah pada musim haji tahun lalu yang menyaksikan lebih 700 jemaah terbunuh akibat bersesak-sesak di Mina dan insiden kren tumbang di Masjidilharam.

 Menurut Saudi Press Agency seperti lapor Al Jazeera, gelang elektronik itu dilengkapi Sistem Penentu Kedudukan Global (GPS) yang boleh menentukan lokasi setiap jemaah. Selain itu, gelang tersebut juga memuatkan maklumat peribadi dan kesihatan jemaah serta membantu kerajaan Arab Saudi mengenal pasti identiti seseorang.

 Gelang elektronik yang kalis air itu juga dapat memberi maklumat kepada jemaah tentang waktu solat serta garis panduan menunaikan haji dalam pelbagai bahasa. Setiap tahun, jutaan penganut Islam menunaikan haji di Mekah dan Madinah. Tahun lalu, sebanyak 769 jemaah terkorban dalami insiden rempuhan di Mina, manakala 111 lagi maut dalam insiden kren tumbang di Masjidilharam.

Sebagai langkah berjaga-jaga, kerajaan Arab Saudi juga memasang hampir 1,000 unit kamera litar tertutup di sekitar Mas­jidilharam untuk memantau pergerakan jemaah. -  sumber

Serangan RUSIA di SYRIA, 47 Lagi Maut

BEIRUT: Sekurang-kurangnya 47 orang terbunuh dan puluhan yang lain cedera apabila Russia dan sekutunya melancarkan serangan udara di sebuah bandar di timur Syria, lapor kumpulan pemerhati.

Kumpulan Pemerhati Hak Asasi Manusia Syria berkata, serangan itu disasarkan ke bandar al-Quriyah dalam wilayah Deir Ezzor yang berada di bawah tawanan militan IS. Ketua kumpulan terbabit, Rami Abdel Rahman, berkata 31 orang daripada mangsa dikenal pasti sebagai orang awam tetapi masih belum jelas lagi sama ada 16 yang lain orang awam atau anggota militan IS.

 "Militan IS kini menetapkan persempadanan keselamatan di sekitar kawasan perumahan, terutama kawasan yang mempunyai masjid," kata Abdel Rahman. - AFP  sumber

IRAQ - 2 Pemimpin Kanan IS Maut dalam Serangan Udara

WASHINGTON: Serangan udara pasukan tentera pakatan berhampiran kubu IS di Mosul, meragut nyawa dua tokoh kanan pergerakan militan itu. Setiausaha akhbar Pentagon, Peter Cook, dalam satu kenyataan mengesahkan serangan itu membunuh Timbalan Menteri Perang IS, Basim Muhammad Ahmad Sultan al-Bajari dan Komander IS di Mosul, Hatim Talib al-Hamduni.

Cook berkata, al-Bajari adalan bekas anggota al-Qaeda yang menyertai IS dan memantau serangan pada Jun 2014 untuk menawan Mosul. Beliau juga mengetuai batalion Jaysh al-Dabiq IS dikenali kerana menggunakan bom tangan buatan sendiri, pengebom bunuh diri dan gas mustard dalam serangan.

Al-Hamduni adalah komander tentera di Mosul dan ketua polis tentera di wilayah itu, Mosul adalah bandar raya kedua terbesar di Iraq dan dijadikan ibu negara oleh kumpulan militan itu. - AFP  sumber

Kuliah Abu Zulfiqar - Sejarah Hidup Imam Al-Ghazali

Serang Restoran,20 Jadi Tebusan di BANGLADESH

DHAKA: Penyerang bersenjata menyerbu sebuah restoran yang popular dengan warga asing di ibu kota Bangladesh, malam tadi dan menahan kira-kira 20 pengunjung serta berbalas tembakan dengan polis.

Antara yang dijadikan tebusan adalah tujuh warga Itali. Militan IS mendakwa bertanggungjawab menyerang restoran Holey Artisan Bakery di wilayah diplomatik Gulshan di Dhaka itu, yang menyaksikan dua pegawai polis maut.

 Polis berkata, penyerang menyerbu sambil melaungkan 'Allahu Akbar' ketika pengunjung menikmati makan malam kira-kira jam 9.20 malam waktu tempatan dan menghidupkan peranti letupan. Beberapa pengunjung berjaya melarikan diri, termasuk chef Argentina dan lelaki Bangladesh, yang berlindung di bangunan bersambung.

Ketua Unit Menangani Keganasan dan Jenayah Transnasional, Monirul Islam, berkata pengunjung turut diugut dengan pistol. - AFP  sumber

SYRIA - 70 Maut dalam Pertempuran

Sekurang-kurangnya 70 anggota bersenjata rejim dan pemberontak terbunuh akibat satu serangan kerajaan di utara Syria, sepanjang tempoh 24 jam lalu. Pemerhati Hak Asasi Manusia Syria (SOHR) memaklumkan 30 pejuang rejim dan 39 militan pemberontak terbunuh dalam beberapa pertempuran di sekitar kawasan Al-Maleh, utara Aleppo sejak tengah hari semalam.

Menurut Ketua SOHR, Rami Abdel Rahman, turut terbunuh adalah sejumlah militan Al-Nusra iaitu cabang Al-Qaeda di Syria, namun beliau tidak menyatakan angka sebenar.

Sejak dua tahun lalu, kerajaan Presiden Bashar al-Assad cuba menawan kawasan Al-Maleh. Selama berbulan-bulan tentera beliau cuba mengepung Aleppo dengan memutuskan laluan bekalan di beberapa daerah pemberontak di bandar itu serta kawasan berhampiran Turki yang menyokong angkatan pembangkang. - AFP  sumber

Friday, July 1, 2016

Kerajaan LIBYA Pecat 4 Menteri Selepas 3 Bulan Ditubuhkan

TRIPOLI 1 Julai - Kerajaan Perpaduan Negara (GNA) yang menerima sokongan daripada Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) di Libya dilaporkan telah memecat empat orang menterinya selepas tiga bulan ia ditubuhkan.

 Pemecatan itu dianggap sebagai tamparan baharu dalam usaha untuk menyatukan negara-negara di Afrika Utara.

 “Kesemua menteri yang dipecat itu tidak datang kerja dan enggan menjalankan tugas mereka bersama GNA untuk satu tempoh yang melebihi 30 hari,” kata GNA dalam satu kenyataan yang disiarkan dalam laman web miliknya. -AFP  sumber

Kuliah Aa Gym - 1001 Alasan Berbaik Sangka

Lebih 50 Peratus Warga BOSNIA Beragama Islam

Pemerintah Bosnia dan Herzegovina menyatakan jumlah penduduk Muslim di negaranya mencapai 50.7%, dalam pengumuman hasil bancian penduduk yang dimulai sejak tahun 2013 lalu.

Hasil bancianyang mulai 3 tahun lalu menyatakan jumlah penduduk Bosnia dan Herzegovina mencapai 3.531.159 orang, di mana sebanyak 50.94% adalah kaum wanita dan bakinya sebanyak 49.06% laki-laki, seperti disiarkan Anatolia dari Badan Statistik milik pemerintah.

Adapun jumlah penganut terbanyak di negara di dominasi oleh penduduk Muslim dengan peratusan mencapai angka 50.7%, disusul Kristen Ortodoks 30.75% dan Katolik 15.19% dari total populasi.

Pada tahun 1992 Muslim Bosnia mengalami tragedi kemanusiaan yang paling mengerikan setelah terjadinya Perang Dunia Kedua, di mana hampir sekitar 100 ribu Muslim Bosnia terbunuh, 50 ribu wanita Muslim diperkosa dalam perang saudara yang berlangsung hingga tahun 1995. (Anatolia/Ram) sumber

Assad Mengaku Banyak Dibantu Barat Perangi Mujahiddin

Presiden Syiah Bashar al-Assad mengaku bahawa negara-negara Barat telah membantu dirinya dan pasukan pemerintah secara diam-diam untuk memerangi kelompok mujahidin Syria, dalam sebuah wawancara di saluran televisyen SBS Australia yang disiarkan pada hari Jumaat (01/07) ini.

“Secara terbuka negara-negara Barat telah menentang pemerintahan saya, akan tetapi risiko kelompok mujahidin Syria menjadikan Barat diam-diam bekerja sama dengan pemerintah dalam operasi menghapuskan kelompok ini,” ujar Syiah Assad.

Syiah Assad melanjutkan, “Barat menyerang kami secara politik dan kemudian di sisi yang lain mereka mengirimkan pegawaimereka untuk berurusan dengan kami di bawah meja, terutama pegawai tinggi keamanan termasuk pemerintah anda,” mengacu kepada pemerintah Australia.

“Mereka semua melakukan ini kerana tidak ingin terjadi gejolak terhadap Amerika Syarikat. Apa yang dilakukan para pemimpin Barat hanya sesuai dengan keinginan Amerika Syarikat ,” Assad menekankan. sumber