Friday, May 16, 2008

Bush Percaya Zionis Umat Pilihan Tuhan

Apa yang membezakan Presiden AS George W. Bush dengan ilmuwan besar Albert Einstein? Boleh jadi keyakinannya tentang Yahudi Israel.

Einstein dalam suratnya yang bakal dilelong di London menyatakan tidak percaya dengan keyakinan Yahudi yang menyebutkan bahawa kaum Yahudi adalah umat pilihan. Tapi Bush, sangat percaya bahwa kaum Yahudi Israel adalah umat terpilih.

Di saat bangsa Palestin memperingati 60 tahun hari malapetaka akibat penjajahan rejim Zionis Israel, Presiden Bush malah mengungkapkan dukungannya pada rejim Zionis Israel si penjajah. Dalam pidatonya di acara perayaan 60 tahun berdirinya Israel, Bush mengatakan yang orang-orang Israel adalah "umat pilihan" dan AS selamanya akan mendukung kewujudan mereka.

Bush mengaitkan Israel dengan keyakinannya tentang "janji Tuhan" untuk memberikan "tanah air bagi umat pilihan" seperti tercantum dalam kitab suci Yahudi dan alkitab umat Kristian yang dianutinya. Bush menyatakan, kesamaan itu membuat aliansi Israel dan AS tidak akan tergoyahkan.

Dalam kunjungan ke Muzium Israel, Bush mengulas sebuath teks kuno alkitab yang tertera di bahagian dinding muzium. "Dokumen-dokumen ini bercerita tentang Tuhan dan hubungannya dengan umat manusia di zaman purbakala, " ujarnya.

"Saya tidak ragu lagi bahawa para pemimpin bangsa Israel kuno dan para pelopor negara modern Israel akan mencapai prestasi yang mengkagumkan, " sambung Bush.

Pada kesempatan itu, Bush juga mengatakan yang Hamas dan Hizbullah akan dikalahkan dalam pertempuran yang ia sebut sebagai "pertempuran antara kebaikan dan kejahatan."

Komentar-komentar Bush selama kunjungannya di Israel, makin menguatkan keyakinan rakyat Palestin bahwa Bush hanya beretorika soal perdamaian antara Israel-Palestina dan Bush bukan seorang meditor yang jujur dan tulus dalam upaya perdamaian itu.

Bagi Hamas, Bush sudah bicara seperti seorang "pendeta atau rabbi" dan pernyataan-pernyataan Bush merupakan tamparan keras ke muka rakyat Palestin yang selama ini menaruh harapan padanya. (ln/presstv)

sumber

No comments: