Thursday, May 1, 2008

Ikhwan Mesir Telibat Mogok Besar-besaran

Muhammad Mahdi Akef, Pemimpin Ikhwanul Muslimun di Mesir menyatakan organisasinya akan ikut serta dalam mogok besar-besaran pada 4 Mei akan datang.

Seruan mogok besar-besaran yang digaungkan melalui laman Facebook itu akan dilakukan bertepatan dengan tanggal kelahiran Presiden Mesir Husni Mubarak, yakni tanggal 4 Mei. Mubarak lahir tahun 1928, bererti di tahun ini dia mencecah usia 80 tahun.

Pernyataan Al-Ikhwan Al-Muslimun menyebutkan, sebagai organisasi pembangkang terbesar di Mesir, organisasi ini ingin menindaklanjuti perkembangan sikap Al-Ikhwan yang sebelumnya menahan diri untuk tidak terlibat dalam mogok besaran-besaran pada 6 April. Mogok ini dilakukan untuk memprotes keadaan ekonomi yang kian mencekik dan mahalnya harga bahan asas di Mesir.

Pemimpin Tinggi Al-Ikhwan dalam pernyatannya mengatakan, “Al-Ikhwan Al-Muslimun menyahut seruan agar rakyat Mesir tinggal di rumah mereka pada tanggal 4 Mei akan datang, kecuali mereka yang kesihatan dan peperiksaan serta para petugas negara yang bertanggung jawab terhadap kehidupan masyarakat umum.”

Ia menambahkan, mogok itu akan dilakukan secara, menuntut pemerintah Mesir mencari penyelesaian atas krisis yang terjadi dan telah membuat rakyat menderita. Ia juga memandang pemerintah eksekutif Mesir selama ini telah menutup telinga dan mata mereka terhadap berbagai seruan untuk reformasi di Mesir.

Namun demikian, ditegaskan Al-Ikhwan meskipun terlibat dalam mogok itu, tetap menolak apa saja tindakan kekerasan yang akan merosak pejabat institusi negara dan fasiliti umum. Al-Ikhwan menegaskan, “Aksi ini adalah aksi damai yang tidak boleh ternoda oleh kekacauan.”

Al-Ikhwan menolak bila keterlibatan mereka dalam mogok ini terkait pemenjaraan sejumlah tokoh pimpinan mereka yang ditangkap sejak sepuluh tahun terakhir oleh rezim Mubarak.

DR. Muhammad Habib, wakil satu pimpinan Al-Ikhwan mengatakan tidak ada kaitannya aksi mogok ini dengan penangkapan para tokoh Ikhwan. “Tapi memang keraa ada krisis ekonomi, sosial dan kekacauan di negara ini, di samping itu pemerintah bersikap otoriter dalam politik. Apakah pemerintah tidak dapatmencari penyelesaian dari krisis ini?”ujarnya.

Ia mengatakan bahawa tingginya harga roti dan bahan makanan lain, tidak lain cermin dari krisis di pemerintahan Mesir sendiri. (na-str/iol)

sumber

No comments: