Friday, May 16, 2008

Ratu Elizabeth Bertudung di Turki

Kunjungan Ratu Inggeris, Ratu Elizabeth II ke sebuah masjid terkenal di Turki menjadi berita utama media-media massa di Britain pada Khamis (15/5). Bagi media massa Inggeris, apa yang dilakukan Ratu Elizabeth II saat berkunjung ke masjid mungkin dianggap hal yang luar biasa dan yang menjadi sorotan mereka adalah kerudung yang dikenakan sang Ratu.

Ratu Elizabeth dan suaminya Putera Philip melakukan kunjungan selama empat hari ke Turki, kunjungan pertama ratu dan raja Inggeris selama hampir 37 tahun. Dalam kunjungannya ke Masjid Hijau-masjid yang dibangun pada abad ke-15 saat Bursa masih menjadi ibukota kekhalifahan Turki Utsmani-Ratu Elizabeth II tidak segan-segan membuka kasutnya, mengenakan kerudung dan mendengarkan pembacaan ayat-ayat suci al-Quran yang dibawakan oleh Imam Ayhan Polat.

Akhbar Inggeris The Telegraph pada tajuknya menulis, "Ratu mengenakan kerudung di Masjid Turki." Isi beritanya tertulis, "Yang Mulia, yang semula mengenakan topi lebar dan kasut berwarna putih, memakai busana Muslim yang menghendaki perempuan menutup kepalanya dan semua pengunjung membuka kasutnya selama berada di masjid dari abad ke-15, Masjid Hijau di sebelah timur kota Bursa."

Akhbar Times membuat headline berita yang hampir sama, "Ratu mengenakan kerudung saat berkunjung ke masjid." Times menulis, "Ratu melakukan kunjungan istimewa ke sebuah masjid kemarin, mengenakan kerudung bersama ibu negara Turki." Times juga menulis bahwa Ratu dibantu melepas sepatunya di pintu masuk masjid.

Selain mengunjungi Masjid Hijau, Ratu Elizabeth II juga berkunjung ke makam Sultan Muhammad II yang berada di dalam lingkungan masjid. Sultan Muhammad adalah sultan ke-5 dari 39 sultan dinasti kekhalifahan Turki Utsmani yang berjaya selama 624 tahun.

Begitu keluar dari masjid untuk melanjutkan kunjungan ke Istanbul, suara azan bergema dari Masjid Hijau. Sehari sebelumnya, Ratu Elizabeth II melontarkan komentarnya tentang Turki. "Bagi kami, Turki adalah negara yang penting. Posisinya sangat unik, sebagai jambatan antara timur dan barat pada masa yang sangat penting bagi Uni Eropa dan dunia pada umumnya, " kata Sang Ratu.

Ironisnya, ketika Ratu Elizabeth II mau berkerudung saat berkunjung ke masjid, kaum perempuan Turki masih terus berjuang agar dibolehkan mengenakan jilbab di mana saja. Kelompok sekular di Turki memandang jilbab sebagai ancaman bagi prinsip sekularisme yang dianut Turki. (ln/iol)

sumber

No comments: